Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Puluhan Jalan Nasional di Sumut Amblas, BBPJN Bangun Dinding Penahan di Lebih 40 Titik

Editor Satu • Selasa, 10 Maret 2026 | 11:40 WIB

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo meninjau proses pengerjaan shotcrete untuk memperkuat tebing rawan longsor di ruas jalan lintas Rampah–Poriaha, Sumatera Utara.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo meninjau proses pengerjaan shotcrete untuk memperkuat tebing rawan longsor di ruas jalan lintas Rampah–Poriaha, Sumatera Utara.

SIBOLGA, METRODAILY – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara mulai membangun dinding penahan tanah di puluhan titik jalan nasional yang mengalami amblas di sejumlah wilayah Sumatera Utara.

Perbaikan tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas badan jalan sekaligus mencegah kerusakan lebih parah di jalur-jalur utama yang kerap dilalui masyarakat.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo bahkan turun langsung meninjau salah satu lokasi perbaikan di ruas jalan lintas Tarutung–Sibolga, tepatnya di Desa Lobu Pining, Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Utara.

Selain itu, ia juga mengecek proses pengerjaan shotcrete atau penyemprotan beton pada tebing rawan longsor di ruas jalan lintas Rampah–Poriaha, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Kepala BBPJN Sumatera Utara Hardy Siahaan mengatakan, terdapat lebih dari 40 titik jalan amblas yang saat ini tengah ditangani oleh pihaknya.

“Ada puluhan, mungkin di atas 40-an titik jalan yang amblas. Kita membuat pondasi untuk menopang badan jalan menggunakan dinding penahan tanah agar jalan tetap stabil,” ujar Hardy Siahaan, Senin (9/3/2026).

Menurut Hardy, pembangunan dinding penahan tanah dilakukan karena kondisi tanah di lokasi tersebut terus bergerak, sehingga badan jalan tidak bisa dikembalikan sepenuhnya seperti kondisi awal tanpa penguatan struktur.

Ia menjelaskan, pengerjaan satu titik dinding penahan diperkirakan memakan waktu sekitar tiga hingga empat bulan. Proses pembangunan dilakukan secara bertahap di berbagai lokasi.

“Pengerjaan dimulai bertahap. Ada beberapa titik yang dikerjakan bersamaan, kemudian setelah selesai dilanjutkan ke titik lainnya,” katanya.

Sejumlah ruas jalan yang menjadi fokus perbaikan berada di jalur strategis, seperti Tarutung–Sibolga, Tarutung–Sipirok, hingga Batang Toru–Singkuang.

Selain pembangunan dinding penahan, BBPJN Sumut juga memperkuat sejumlah lereng tebing yang rawan longsor menggunakan metode shotcrete.

Teknik ini dilakukan dengan menyemprotkan beton ke permukaan tebing untuk memperkuat struktur tanah dan mencegah longsor.

“Shotcrete ini kita lakukan di belasan titik mulai dari jalur Tarutung–Sibolga hingga wilayah Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah. Tujuannya memperkuat tebing agar tidak longsor lagi,” jelas Hardy.

Sebagian besar pekerjaan penguatan tebing tersebut ditargetkan selesai pada tahun ini. Namun, beberapa titik kemungkinan akan dilanjutkan hingga semester pertama tahun depan karena pengerjaan dilakukan secara bertahap.

Meski terdapat sejumlah perbaikan, Hardy memastikan kondisi jalan nasional di Sumatera Utara secara umum masih aman dilalui, termasuk menjelang arus mudik Lebaran.

Pihaknya juga menyiagakan alat berat dan petugas di sejumlah titik rawan longsor untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana saat curah hujan tinggi.

“Kalau terjadi hujan ekstrem memang ada potensi longsor. Karena itu kami menyiapkan posko siaga, petugas, alat berat, serta material untuk penanganan darurat,” pungkasnya. (net)

Editor : Editor Satu
#Dinding Penahan Tanah #BBPJN Sumut