Ini Tahapan Penetapan Penerima Bantuan
TAPTENG, METRODAILY – Sebanyak 46 unit rumah yang rusak akibat banjir bandang dan tanah longsor di Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, memasuki tahapan uji publik tahap II.
Rumah-rumah tersebut merupakan bagian dari dampak bencana yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.
Camat Sibabangun, Romulus Simanullang, mengatakan hasil verifikasi dan validasi data By Name By Address (BNBA) terhadap 46 unit rumah itu telah diumumkan secara terbuka kepada masyarakat.
Pengumuman dilakukan dengan menempelkan data pada papan informasi resmi di masing-masing desa selama tiga hari, mulai 4 hingga 6 Maret 2026.
“Uji publik tahap II ini bertujuan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan tanggapan maupun masukan terhadap hasil pendataan yang telah dilakukan,” ujar Romulus, Sabtu (7/3/2026).
Hasil Uji Publik Dilaporkan ke Bupati
Romulus menjelaskan, hasil pengumuman uji publik beserta dokumentasi kegiatan akan dilaporkan kepada Bupati Tapanuli Tengah melalui Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah.
“Hasil pengumuman uji publik tahap II beserta foto dokumentasi akan dilaporkan kepada Bupati Tapanuli Tengah melalui Kepala Pelaksana BPBD,” katanya.
Uji publik merupakan bagian dari proses validasi data penerima bantuan bagi masyarakat yang rumahnya rusak akibat bencana.
Ribuan Rumah Rusak Masih Diverifikasi
Berdasarkan surat BPBD Tapanuli Tengah Nomor 300.2/311/BPBD/2026 tertanggal 3 Maret 2026, jumlah rumah rusak akibat bencana di seluruh wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah yang masuk dalam proses uji publik mencapai 7.917 unit.
Sementara itu, proses verifikasi dan validasi rumah terdampak bencana yang belum terdata masih terus berlangsung di sejumlah wilayah.
Data tersebut nantinya akan diproses lebih lanjut sebagai dasar penetapan penerima bantuan rehabilitasi maupun rekonstruksi rumah korban bencana.
Daftar Pemilik Rumah Terdampak
Sebanyak 46 warga yang rumahnya tercatat rusak dalam uji publik tahap II di Kecamatan Sibabangun antara lain Aronia Zega, Arosokhi Zebua, Arozato Laoli, Aroziduhu Mendrofa, Burju Laoli, Faozatulo Zega, Lalaaro Laoli, Gatiami Nduru, Hezatulo Laoli, Lambok Sinaga, Maato Mendrofa, Marislan Aritonang, Masudin Gulo, Melianus Ziliwu, Mesieli Ziliwu, Neil Regen Simanullang, Okta Fianus Ziliwu, Sozanolo Giawa, Tulus Lasroha Harefa, Yasona Ziliwu, Yason Laoli, Faozatulo Gulo, Yasojatulo Zebua, Arianus Gea, Arosokhi Telaumbanua, serta Asaaro Giawa.
Selanjutnya Bezisekhi Gea, Fatizaro Gea, Fatizaro Hulu, Feberius Zendrato, Juli Trisman Zendrato, Damrati Laoli, Karisman Zendrato, Liu Telaumbanua, Marlius Zega, Mitania Telaumbanua, Nasir Pasaribu, Nasozanolo Zebua, Novetinus Mendrofa, Sapriadi Tumanggor, Saronia Zendrato, Sayang Zendrato, Yusati Halawa, Rosima Hulu, Saroha Siregar Dongoran, dan Tafati Harefa. (Zatam)
Editor : Editor Satu