Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Air PDAM Tirtanadi Samosir Mati Hampir Sepekan, Warga Terpaksa Beli Air Galon

Editor Satu • Kamis, 5 Maret 2026 | 10:50 WIB

Kantor PDAM Tirtanadi Cabang Samosir yang melayani distribusi air bersih di wilayah Pangururan dan sekitarnya.
Kantor PDAM Tirtanadi Cabang Samosir yang melayani distribusi air bersih di wilayah Pangururan dan sekitarnya.

SAMOSIR, METRODAILY – Pasokan air bersih dari PDAM Tirtanadi Cabang Samosir dilaporkan tidak mengalir hampir sepekan di Kelurahan Siogung-ogung, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir.

Warga mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan dasar karena tidak ada pemberitahuan resmi terkait gangguan tersebut.

R. Sitanggang, warga Simangonding, mengatakan air tidak mengalir selama hampir tujuh hari terakhir tanpa penjelasan dari pihak pengelola.

“Hampir seminggu air tidak mengalir. Kami kewalahan untuk kebutuhan mencuci, mandi, dan keperluan lainnya. Tidak ada pemberitahuan dari pihak PDAM apakah ada perbaikan atau apa permasalahannya,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).

Menurutnya, ketiadaan informasi membuat warga tidak memiliki waktu untuk menyiapkan alternatif sumber air.

Keluhan serupa disampaikan Luther Naibaho, warga Huta Parik, Kelurahan Siogung-ogung. Ia menyebut kondisi tersebut memaksa keluarganya membeli air galon tambahan serta mengambil air dari sumber lain.

“Sudah seminggu kami kesulitan. Ke kamar mandi pun harus menggunakan air galon. Tidak ada suplai dari PDAM. Ini menambah beban, terutama untuk kebutuhan memasak, mandi, dan mencuci,” katanya.

Kualitas Air Juga Disorot

Selain gangguan distribusi, warga juga menyoroti kualitas air saat pasokan normal. Air disebut kerap bercampur lumpur sehingga dinilai tidak layak digunakan.

Luther menduga air dialirkan langsung dari gardu induk ke pelanggan tanpa melalui proses pengendapan di reservoir.

“Mungkin dari gardu induk langsung dialirkan ke pelanggan tanpa melalui reservoir atau proses pengendapan, sehingga air yang sampai ke rumah bercampur lumpur dan tidak layak dikonsumsi,” ujarnya.

Warga berharap pengelola lebih memperhatikan kualitas dan kontinuitas distribusi agar masyarakat tidak terbebani biaya tambahan untuk membeli air bersih dan terhindar dari risiko gangguan kesehatan.

PDAM Akui Ada Kebocoran Pipa

Kepala PDAM Tirtanadi Cabang Samosir, Rudiman Simarmata, mengakui pihaknya belum sempat menyampaikan pemberitahuan kepada pelanggan karena fokus menangani gangguan teknis.

“Memang kami belum sempat membuat pemberitahuan karena fokus mencari titik kebocoran,” ujarnya melalui pesan WhatsApp.

Ia menjelaskan, terhentinya suplai air disebabkan kebocoran pada pipa distribusi. Upaya distribusi air darurat juga terkendala karena mobil tangki mengalami kerusakan.

“Mobil tangki sedang rusak. Kami berusaha sejak semalam mencari titik pipa yang bocor. Tadi pagi sudah ditemukan titik kebocoran, dan saat ini air di daerah Tanjung Bunga sudah kembali lancar,” katanya.

Meski sebagian wilayah mulai teraliri, warga berharap ke depan ada sistem pemberitahuan yang transparan setiap terjadi gangguan layanan, sehingga pelanggan dapat melakukan antisipasi lebih awal. (Net)

Editor : Editor Satu
#PDAM Tirtanadi Samosir