TOBA, METRODAILY – Penangkapan ikan bilih atau pora-pora berukuran kecil kembali mengkhawatirkan di kawasan Danau Toba.
Di sejumlah titik perairan Kabupaten Simalungun dan Kabupaten Toba, nelayan dilaporkan menggunakan jaring berukuran 0,5 inci untuk menangkap ikan kecil tanpa pengaturan yang jelas.
Praktik tersebut tidak hanya terjadi di badan danau, tetapi juga hingga ke hulu sungai yang bermuara ke Danau Toba.
Ikan-ikan yang belum layak tangkap ikut terjaring, memicu kekhawatiran akan terganggunya regenerasi dan keseimbangan ekosistem perairan.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatra Utara, Gusmiyadi, menilai kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut.
“Kalau ikan kecil terus ditangkap, kita bukan hanya bicara soal hasil hari ini, tetapi ancaman ketersediaan stok dalam beberapa tahun ke depan,” ujar Gusmiyadi, yang akrab disapa Goben, Selasa (3/3/2026).
Desak Gubernur Terbitkan Larangan
Goben mendesak Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, segera menerbitkan regulasi yang melarang penangkapan ikan berukuran kecil serta penggunaan jaring di bawah 1 inci.
Menurutnya, regulasi tegas akan menjadi pijakan hukum untuk menertibkan praktik tangkap berlebihan sekaligus melindungi nelayan tradisional yang menerapkan prinsip perikanan berkelanjutan.
Tanpa aturan yang jelas, persaingan di lapangan berpotensi tidak sehat dan merugikan nelayan yang tetap mematuhi ukuran layak tangkap.
Pengawasan dan Edukasi Diperkuat
DPRD Sumut juga mendorong dinas terkait memperkuat pengawasan serta menggencarkan sosialisasi mengenai ukuran layak tangkap dan musim penangkapan.
Edukasi kepada masyarakat dinilai penting agar keberlanjutan perikanan dipahami sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar keuntungan sesaat.
Goben mengingatkan, tujuh tahun lalu populasi ikan bilih di Danau Toba sempat menurun drastis akibat penangkapan tak terkendali.
Jika pola serupa kembali terjadi, pora-pora berpotensi kembali terancam.
Kini, publik menanti langkah cepat pemerintah provinsi. Regulasi yang jelas dan pengawasan konsisten dinilai menjadi kunci menjaga keseimbangan antara kebutuhan ekonomi masyarakat dan kelestarian ekosistem Danau Toba. (Net)
Editor : Editor Satu