Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Kuliner Babi Bakar Khas Nias ala Rumah Makan Dapur Koki Hadir di Gunungsitoli

Leo Sihotang • Selasa, 3 Maret 2026 | 10:47 WIB

Rumah makan Dapur Koki menghadirkan menu andalan babi bakar bercita rasa autentik Ono Niha di Desa Dahana Tabaloho, Kota Gunungsitoli.
Rumah makan Dapur Koki menghadirkan menu andalan babi bakar bercita rasa autentik Ono Niha di Desa Dahana Tabaloho, Kota Gunungsitoli.

Harga Mulai Rp25 Ribu

GUNUNGSITOLI, METRODAILY- Pecinta kuliner khas Nias kini punya pilihan baru untuk memanjakan lidah. Rumah makan Dapur Koki menghadirkan menu andalan babi bakar bercita rasa autentik Ono Niha di Desa Dahana Tabaloho, tak jauh dari kantor Dinas Lingkungan Hidup Kota Gunungsitoli.

Dengan harga ramah di kantong, hanya Rp25 ribu per porsi, pengunjung sudah bisa menikmati sepiring babi bakar hangat dengan bumbu khas yang meresap hingga ke serat daging.

Aroma asap dari arang batok kelapa yang mengepul sejak pagi kerap menggoda para pengendara yang melintas. Wangi bakaran yang khas itu menjadi penanda sekaligus daya tarik utama rumah makan ini.

Pemilik Dapur Koki, Ruth Setiani Larosa, mengatakan usahanya fokus pada dua menu unggulan, yakni babi bakar dan ayam bakar. Keduanya diolah dengan resep rumahan khas Nias yang menurut pelanggan “auto ketagihan”.

“Hobi memasak saya sudah ada sejak kecil. Saya ingin berbagi cita rasa khas Nias yang sebenarnya dengan banyak orang,” ujar Ruth sambil tersenyum, Senin (2/3/2026).

Rumah makan Dapur Koki menghadirkan menu andalan babi bakar bercita rasa autentik Ono Niha di Desa Dahana Tabaloho, Kota Gunungsitoli.
Rumah makan Dapur Koki menghadirkan menu andalan babi bakar bercita rasa autentik Ono Niha di Desa Dahana Tabaloho, Kota Gunungsitoli.

Ibu tiga anak itu menjelaskan, kunci kelezatan daging terletak pada proses pemanggangan perlahan di atas arang batok kelapa.

Bagian luar dibuat kecokelatan dan sedikit renyah, sementara bagian dalam tetap lembut dan juicy, menghasilkan rasa gurih yang bertahan hingga gigitan terakhir.

Lokasinya pun terbilang strategis. Rumah makan ini berada tepat di depan Kantor Lingkungan Hidup dan hanya beberapa meter dari kantor Dinas Pendidikan, sehingga mudah ditemukan. Pengunjung cukup mengetik titik lokasi kantor tersebut di Google Maps untuk sampai ke tempat ini.

Dapur Koki buka setiap hari Senin hingga Sabtu, pukul 08.00–21.00 WIB. Layanan pesan antar juga tersedia selama jam operasional bagi pelanggan yang tidak sempat datang langsung.

Dengan harga terjangkau dan rasa yang konsisten, saat ini rumah makan Dapur Koki mampu menarik sekitar 50 hingga 100 pelanggan setiap hari dari berbagai kalangan.

“Yang penting rasanya tetap sama setiap hari. Biar orang datang lagi,” kata Ruth.

Bagi yang ingin memesan, pelanggan dapat menghubungi nomor 0822-9939-0345. Pesanan diantar ke wilayah sekitar Gunungsitoli sesuai jarak dan ketersediaan kurir.

Kuliner sederhana dengan sentuhan tradisional ini menjadi bukti bahwa cita rasa lokal, jika dikelola dengan sepenuh hati, mampu menjadi magnet tersendiri bagi penikmat makanan khas daerah. (al)

Editor : Leo Sihotang