SIANTAR, METRODAILY – Wali Kota Wesly Silalahi melepas Pawai Cap Go Meh sebagai rangkaian Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di depan Balai Kota, Jalan Merdeka, Kota Pematangsiantar, Sabtu (28/2) malam.
Pawai yang digelar Walubi (Perwakilan Umat Buddha Indonesia) Kota Pematangsiantar tersebut menampilkan atraksi barongsai, naga, dan berbagai pertunjukan budaya yang menarik perhatian masyarakat.
Sekretaris DPD Walubi Kota Pematangsiantar, Chandra, menjelaskan jadwal kegiatan sengaja dimundurkan dari agenda semula.
Keputusan itu diambil melalui kesepakatan panitia sebagai bentuk penghormatan kepada umat Muslim yang sedang melaksanakan shalat Tarawih.
“Kami dengan sengaja menanti hingga pelaksanaan shalat Tarawih di masjid-masjid sekitar selesai. Menghargai saudara-saudara umat Muslim jauh lebih penting daripada sekadar mengejar jadwal,” ujarnya.
Menurut Chandra, Perayaan Cap Go Meh tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat Tionghoa atau umat Buddha, tetapi menjadi hiburan dan ruang kebersamaan bagi seluruh warga.
Simbol Kerukunan dan Harapan Baru
Dalam sambutannya, Wesly menyampaikan apresiasi kepada DPD Walubi atas pelaksanaan Cap Go Meh yang berlangsung meriah dan penuh toleransi.
“Kegiatan ini bukan hanya momentum keagamaan bagi umat Buddha, tetapi bagian dari kekayaan budaya yang mempererat persaudaraan di tengah masyarakat,” kata Wesly.
Ia menegaskan, Cap Go Meh sebagai puncak rangkaian Imlek memiliki makna harapan baru, semangat kebajikan, serta tekad menjalani kehidupan yang lebih baik.
“Nilai persaudaraan, gotong royong, kepedulian, dan saling menghormati adalah fondasi membangun Kota Pematangsiantar yang harmonis dan maju,” ujarnya.
Wesly memastikan Pemerintah Kota akan terus mendukung kegiatan keagamaan dan kebudayaan yang berdampak positif bagi persatuan dan pembangunan daerah.
Dihadiri Lintas Agama
Acara turut dihadiri Ketua DPD Walubi Kota Pematangsiantar Susanto, Sekretaris Walubi Provinsi Sumatera Utara Albert Masli, unsur Forkopimda, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), perwakilan PCNU, tokoh lintas agama, serta berbagai elemen masyarakat.
Pawai Cap Go Meh malam itu menjadi simbol nyata toleransi dan harmoni antarumat beragama di Kota Pematangsiantar. (Esa)
Editor : Editor Satu