TANJUNGBALAI, METRODAILY – Pemerintah Kota Tanjungbalai berencana merelokasi pedagang yang selama ini berjualan di bahu jalan sekitar Pasar Bahagia Tanjungbalai ke lokasi baru yang telah disiapkan pemerintah.
Rencana relokasi tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Fadly Abdina, saat meninjau langsung kawasan Pasar Bahagia bersama Asisten Ekonomi dan Pembangunan Tajul Abrar Ritonga serta Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Wiwi Fitria, Rabu (25/2/2026).
Menurut Wakil Wali Kota, penataan pasar dilakukan untuk menciptakan kawasan perdagangan yang lebih tertib, rapi, dan nyaman bagi pedagang maupun masyarakat pembeli.
Baca Juga: Pascabencana, Sejumlah Daerah di Sumut Masih Memiliki Akses Terbatas
Pemerintah berharap keberadaan pasar yang tertata dapat mengurangi kemacetan lalu lintas serta meningkatkan estetika kawasan perdagangan kota.
Konsep Pasar Modern dan Penataan Kawasan
Pasar Bahagia dibangun dengan konsep pasar modern yang lebih layak dan aman bagi aktivitas jual beli masyarakat.
Lokasi pasar berada di lahan bekas kantor pemadam kebakaran dan dirancang menjadi pusat perdagangan baru yang menampung pedagang lama agar tidak lagi berjualan di bahu jalan.
Pemerintah menargetkan terciptanya lingkungan pasar yang bersih, tertib, dan mendukung kenyamanan aktivitas ekonomi masyarakat.
Baca Juga: Reses di Sibolga-Tapteng, Marwan Dasopang Tekankan Literasi Keuangan Haji
Sebanyak 120 lapak disediakan khusus untuk pedagang lama yang merupakan warga Tanjungbalai dengan syarat menunjukkan identitas KTP.
Rencananya, lokasi pasar baru tersebut akan mulai ditempati pedagang dalam waktu dekat, bahkan disebutkan kemungkinan dalam minggu berjalan atau paling lambat awal pekan berikutnya.
Penataan Parkir untuk Kelancaran Lalu Lintas
Selain relokasi pedagang, pemerintah juga menata area parkir di kawasan Pasar Bahagia.
Langkah ini bertujuan meningkatkan ketertiban arus lalu lintas, mengurangi kemacetan, serta memberikan kenyamanan bagi pengunjung pasar dan pelaku usaha.
Penataan pasar dan fasilitas pendukung menjadi bagian dari upaya pemerintah mewujudkan kawasan perdagangan yang lebih modern dan berkelanjutan. (gia)
Editor : Editor Satu