MEDAN, METRODAILY – Pascabencana yang terjadi pada 25 November 2025, sejumlah wilayah di Sumatera Utara masih menghadapi kendala akses transportasi.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprovsu, Basarin Yunus Tanjung, menyatakan bahwa daerah dengan akses terbatas masih ditemukan di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut bukan berarti daerah terisolasi, melainkan beberapa desa dan kecamatan belum dapat dilalui kendaraan roda empat maupun alat berat akibat kerusakan infrastruktur.
Di wilayah Tapteng, kendala akses terjadi di Kecamatan Tukka dan Sibabangun serta tiga desa lainnya.
Baca Juga: Dua Direksi Hotel Toledo Jadi Tersangka, Kuasa Hukum Sebut Harusnya Sengketa Keperdataan
Sementara di Tapanuli Utara, terdapat dua kecamatan dan empat desa yang aksesnya masih terbatas, terutama akibat rusaknya sejumlah jembatan penghubung.
Pemprov Sumut saat ini berkolaborasi dengan Tentara Nasional Indonesia untuk membangun sedikitnya 10 jembatan guna memulihkan konektivitas wilayah.
Dari target tersebut, delapan jembatan dilaporkan telah selesai dibangun.
Upaya Percepatan Rekonstruksi Pascabencana
Pekerjaan konstruksi sempat terkendala bencana susulan berupa banjir yang menyebabkan kerusakan ulang pada salah satu jembatan.
Pemerintah juga menerapkan teknologi modifikasi cuaca di sejumlah titik rawan guna mengurangi risiko gangguan pekerjaan lapangan dan mempercepat proses rehabilitasi.
Baca Juga: Gebyar Hari Jadi Samosir Hadirkan Festival Kuliner hingga Konser Ungu
Basarin menegaskan seluruh upaya pemulihan infrastruktur dilakukan agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal dan mendukung pemulihan ekonomi daerah. (net)
Editor : Editor Satu