HUMBAHAS, METRODAILY – SMA Negeri 2 Lintongnihuta menjadi tuan rumah Olimpiade Kreativitas Siswa (OKSI) 2026 yang digelar sehari penuh pada 21 Februari 2026.
Kegiatan diikuti sekitar 500 siswa kelas IX tingkat SMP/MTs sederajat Wilayah IX Sumatera Utara. Pihak sekolah mematok biaya pendaftaran Rp100 ribu per peserta.
Kepala SMAN 2 Lintongnihuta, Sahala Sinaga, membenarkan adanya pungutan tersebut.
“Sudah itu standarnya, kita melihat dari kegiatan sebelumnya,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).
Menurutnya, biaya digunakan untuk makan siang peserta, materi ujian, pengoreksian, jasa panitia, sertifikat, medali, dan piala.
Baca Juga: Wali Kota Sibolga Sidak Proyek Strategis: Huntap, Stadion Horas hingga Gerai Koperasi Dikebut
Jika terdapat sisa dana, akan dimanfaatkan untuk sarana prasarana sekolah, seperti pembelian komputer.
Namun, sejumlah peserta mengaku orang tua mereka mengeluarkan hingga Rp150 ribu. Sahala membantah. “Rp100 ribu uang pendaftarannya,” tegasnya.
Ia juga menyebut kegiatan tersebut telah memiliki izin PPDB mandiri dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumut serta melibatkan pihak ketiga dari lembaga bimbingan belajar di Medan, tanpa merinci identitasnya.
Terpisah, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumatera Utara Wilayah IX, Alfred Hasiholan Silalahi, mengaku tidak mengetahui secara detail tujuan kegiatan OKSI tersebut.
“Tanyakan SMAN 2 Lintong,” jawabnya singkat via WhatsApp.
Baca Juga: Jubel Simanungkalit Resmi Jadi Direktur PT Sarana Pembangunan Tapian Nauli
Ia menyebut sertifikat dan uang pembinaan diberikan kepada peserta. Terkait tanda tangannya dalam dokumen kegiatan, Alfred menyatakan sifatnya hanya mengetahui karena SMAN 2 Lintongnihuta berada di bawah naungan cabang dinas.
Kadis Pendidikan Humbahas: Tidak Tahu OKSI
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Humbang Hasundutan, Martahan Panjaitan, mengaku tidak mengetahui detail kegiatan tersebut.
“Saya tidak tahu apa itu OKSI,” ujarnya.
Ia mengetahui adanya kegiatan karena sejumlah siswa SMP di bawah naungannya ikut serta. Namun, ia menegaskan kegiatan itu tidak bersifat paksaan.
“Yang saya tahu sifatnya tidak paksaan. Untuk lebih jelasnya, tanyakan ke mereka,” katanya.
Baca Juga: PPPK Paruh Waktu Samosir Kecewa, SK Tak Sinkron dengan Penempatan Tugas
Martahan juga mengaku tidak menerima laporan resmi dari kepala sekolah terkait keikutsertaan siswa dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan OKSI 2026 ini menuai sorotan karena adanya pungutan biaya pendaftaran serta minimnya koordinasi lintas instansi pendidikan, meski melibatkan ratusan siswa tingkat SMP di Humbahas. (gam)
Editor : Editor Satu