Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Seorang Nenek di Palsabolas Ditemukan Tewas Terikat dan Luka di Wajah

SAMMAN • Rabu, 25 Februari 2026 | 14:15 WIB

Tim Inafis Polres Tapsel disaksikan keluarga dan babinsa memeriksa jasad korban di IGD RSUD Kota Padangsidimpuan, Rabu (25/2/2026). (Samman/MetroDaily)
Tim Inafis Polres Tapsel disaksikan keluarga dan babinsa memeriksa jasad korban di IGD RSUD Kota Padangsidimpuan, Rabu (25/2/2026). (Samman/MetroDaily)

TAPSEL, METRODAILY-Seorang nenek berusia 78 Tahun ditemukan tewas terikat dan dengan luka parah pada wajah di belakang rumahnya di Kampung Pargarutan Simandalu Dolok, Desa Palsabolas, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatra Utara.

Jasad nenek bernama Bayani Harahap itu, pertama kali ditemukan oleh anaknya Ali Sahbana Pakpahan, pada Rabu (25/2/2026) dini hari berkisar pukul 00.10 WIB.

Awalnya, Ali Sahbana saat pulang tidak mendapati ibunya di dalam rumah mereka yang berada di pojok kampung sepi penduduk tersebut. Ali kemudian menghubungi tetangga dan keluarga.

“Saya pulang, lampu rumah sudah mati. Saya masuk, ‘Kenapa kok pintu terbuka?’. Pikirku,” terang Ali Sahbana.

Di rumah itu, kondisi kamar tempat Nek Bayani telah teracak-acak. Termasuk seluruh lemari yang berada di dalam rumah itu.

Rumah ini ditinggali Nek Bayani, Ali Sahbana dan Samsidar, seorang anak perempuan Nek Bayani dalam kondisi disabilitas.

“Kutanya kakak itu. Dia tidak tahu di mana ibu,” parau Sahbana.

Ali Sahbana dan tetangga kemudian mencari berkisar selama satu jam, di kampung dan area perkebunan karet di kampung tersebut.

Terakhir, mereka menemukan tubuh renta itu berjarak 15 meter ke belakang rumah, dalam kondisi telentang, dan bagian dadanya diikat dengan kain serbet, m wajahnya penuh luka menganga diduga akibat benda tajam. Darahnya mulai mengering.

“Di bawah pohon pinang. Dekat tobat-tobat belakang rumah,” ulas Sahbana yang ditemui di ruang IGD RSUD Kota Padangsidimpuan.

Dugaan sementara, kematian Nek Bayani berhubungan dengan kasus perampokan.

Baca Juga: Bawa 2 HP dan Sepeda Motor, Siswi 15 Tahun di Sidimpuan Diduga Kabur dari Rumah

Menurut Ali Sahbana, pada saat proses pencarian. Seorang pekerja kebun di kampung itu, juga mengaku sedang mencari seseorang yang telah membawa sepeda motor miliknya.

Seseorang yang dimaksud ini juga pekerja kebun yang bukan warga Pargarutan Simandalu. Berinisial MPN. Dan diduga terkait dengan kasus yang menewaskan Nek Bayani.

“Katanya dia juga sedang mencari motornya, dibawa si MPN ini,” katanya.

Menurut warga, MPN merupakan duda yang berasal dari Kabupaten Mandailing Natal. Dan bekerja mengurus kebun karet di Pargarutan Simandalu ini.

Kepala Desa Palsabolas, Andame Harahap menuturkan, di kampung Pargarutan Simandalu Dolok hanya 8 rumah dan 2 di antaranya dalam keadaan kosong. Jadi, suasana permukimannya sangat sepi.

Sementara di kebun sekitar kampung banyak diisi pendatang. Salah satunya MPN, yang tinggal di pondok sekitar tasik belakang rumah korban.

“Kalau si MPN ini tinggal dulu sama istrinya di sini, istrinya asal Siborong-borong. Tapi sudah pisah. Memang jarang bergabung bersama warga,” tambah Kepala Dusun Simandalu, Binsar Harahap.

Sementara itu, Tim Inafis Polres Tapsel bersama keluarga telah merujuk jasad korban ke RSUD Tapsel di Sipirok untuk proses autopsi. (SAN)

Editor : Editor Satu
#perampokan #polres tapsel #nenek tewas