TAPTENG, METRODAILY – Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Masinton Pasaribu, mengajak RRI Sibolga berkolaborasi memperkuat diseminasi informasi publik sekaligus memberantas hoaks di tengah masa transisi tanggap darurat menuju pemulihan pascabencana.
Ajakan tersebut disampaikan saat menerima kunjungan Kepala RRI Sibolga, Isnaini, bersama rombongan di ruang kerja Bupati Tapteng, Senin (23/2/2026).
Masinton menegaskan, peran media publik sangat strategis dalam memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan, terutama dalam situasi pascabencana yang rawan disinformasi.
Baca Juga: Akhir Februari, BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Sumut
“Dalam menangkal hoaks, kami harapkan RRI berperan sebagai corong publik dengan menyajikan konten edukatif, melakukan klarifikasi fakta (check and recheck), serta memperkuat literasi digital di tengah masyarakat,” ujar Masinton.
Fokus Informasi Pascabencana dan Promosi Pembangunan
Selain penguatan informasi kebencanaan, Bupati juga mendorong RRI berperan aktif menyebarluaskan informasi pembangunan daerah, program pemerintah, sektor pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif melalui seluruh kanal siaran, termasuk platform digital resmi RRI.
Menurutnya, transparansi informasi menjadi kunci menjaga stabilitas sosial dan kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.
Baca Juga: Musnahkan 161 Kg Sabu dan 435 Kg Ganja, Polda Sumut Tegaskan Perang Lawan Narkoba
Kepala RRI Sibolga, Isnaini, menyampaikan apresiasi atas sambutan Bupati Tapteng dan menyatakan kesiapan memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah.
Ia menjelaskan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari audiensi sekaligus silaturahmi sebagai pimpinan baru di RRI Sibolga.
“Kami menyambut baik ajakan Bupati untuk bekerja sama memperluas informasi kepada masyarakat dan menangkal informasi hoaks,” ujarnya.
Isnaini menegaskan, RRI akan terus mendukung Pemkab Tapteng dalam menyebarluaskan informasi terkait fase transisi tanggap darurat menuju pemulihan, dengan menghadirkan narasumber kompeten serta konten yang edukatif dan informatif.
Baca Juga: Kejati Sumut Terima Pengembalian Rp13,18 Miliar Kasus Korupsi Waterfront City Danau Toba
Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat literasi informasi publik sekaligus meminimalisasi penyebaran disinformasi di wilayah Tapanuli Tengah. (zatam)