MEDAN, METRODAILY – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sejumlah wilayah Sumatera Utara berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada dasarian III atau pekan terakhir Februari 2026.
Peringatan dini tersebut tertuang dalam Surat Nomor e.B/ME.02.03/225/KBBI/II/2026 tertanggal 21 Februari 2026 tentang Peringatan Dini Cuaca dan Iklim Sumut Periode Dasarian III Februari 2026 yang ditandatangani Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah I Medan, Hendro Nugroho.
21–23 Februari: 19 Daerah Berpotensi Hujan Lebat
Pada periode 21–23 Februari 2026, potensi hujan sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di Kabupaten Langkat, Karo, Deli Serdang, Dairi, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, Toba, Asahan, Padang Lawas Utara, dan Padang Lawas.
Baca Juga: Musnahkan 161 Kg Sabu dan 435 Kg Ganja, Polda Sumut Tegaskan Perang Lawan Narkoba
Selain itu, potensi serupa juga diprediksi terjadi di Kabupaten Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, Mandailing Natal, Kepulauan Nias, serta Kota Medan, Binjai, Sibolga, dan Padangsidimpuan.
24–26 Februari: Meluas ke Simalungun dan Samosir
Memasuki 24–26 Februari 2026, wilayah yang berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat meliputi Kabupaten Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Karo, Dairi, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, Simalungun, Toba, Samosir, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan.
Potensi hujan juga mencakup Kabupaten Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Mandailing Natal, Nias Selatan, Nias, Nias Barat, serta Kota Medan, Binjai, Tanjungbalai, Batu Bara, Sibolga, Padangsidimpuan, dan Gunungsitoli.
Baca Juga: Kejati Sumut Terima Pengembalian Rp13,18 Miliar Kasus Korupsi Waterfront City Danau Toba
27–28 Februari: Pesisir dan Pegunungan Waspada
Pada 27–28 Februari 2026, BMKG memprakirakan hujan sedang hingga lebat terjadi di Kabupaten Langkat, Deli Serdang, Karo, Dairi, Simalungun, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, Asahan, Batu Bara, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Kepulauan Nias, Labuhanbatu Utara, dan Labuhanbatu Selatan.
BMKG merekomendasikan pemerintah daerah menjadikan informasi ini sebagai dasar kewaspadaan dan mitigasi terhadap potensi dampak lanjutan seperti banjir, tanah longsor, dan genangan.
Hendro Nugroho menambahkan, dalam beberapa hari terakhir curah hujan cenderung berkurang sehingga suhu udara meningkat. Namun, hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat sempat terjadi pada 16 Februari 2026 di wilayah Tapanuli Tengah dan sekitarnya hingga memicu banjir.
Baca Juga: Sepanjang 2025, BPJS Ketenagakerjaan Binjai Cairkan Ribuan Klaim Peserta Senilai Rp147,1 Miliar
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca resmi guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem di akhir Februari 2026. (rel)