TANJUNGBALAI, METRODAILY - Rumor beredar dikalangan aktivis dan masyarakat bahwa Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG Kota Tanjungbalai memiliki sedikitnya 3 titik SPPG dan punya hubungan tertentu dengan sejumlah Ketua Yayasan. Hal ini dibantah Muhammad Fadly Abdina dan menyatakan itu rumor tidak berdasar.
"Tidak benar, rumor itu bang, tak berdasar. Ini hari baik bulan baik. Mana mungkin saya punya SPPG. Kalaupun dekat dengan pengurus Yayasan mitra BGN dalam pengadaan MBG, itu bentuk profesional saya sebagai Ketua Satgas," kata Fadly menjawab konfirmasi wartawan, Senin (23/2/2026).
Fadly Abdina Wakil Kota Tanjungbalai ini juga membantah isu beredar dimasyarakat bahwa dirinya disebut-sebut punya kuasa untuk menentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapat beroperasi atau tidak dalam menyediakan Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Begitu juga tentang tudingan bahwa dirinya "beking" terhadap Yayasan tertentu, sehingga pihak Yayasan berani mengintervensi Kepala SPPG yang mengakibatkan beberapa dapur MBG berhenti beroperasi sementara.
"Kedekatan dengan ketua Yayasan, semuanya sama, sebatas koordinasi tugas. Tidak ada yang spesial, apalagi sampai membekingi pihak tertentu. Lillahi Ta'ala," ujar Fadly.
Dalam kesempatan itu, Fadly juga menyesalkan terjadinya dugaan penganiayaan terhadap seorang Kepala SPPG oleh oknum Ketua Yayasan pengelola dapur MBG di Kelurahan Gading, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai yang terjadi pada Sabtu (21/2/2026).
Dikatakannya, jika komunikasi antara pihak SPPG dan mitra terjalin dengan baik, kontak fisik antara Ketua Yayasan dan Kepala SPPG seharusnya tidak perlu terjadi.
"Itu (adu jotos) sangat disayangkan. Harusnya antara mitra (yayasan) dan Kepala SPPG berkomunikasi dengan baik, tidak perlu ada cekcok, apalagi sampai kontak fisik," katanya menjawab Antara.
Fadly menambahkan, ia telah berkomunikasi dengan Korwil BGN untuk mencari solusi agar persoalan serupa tidak terulang di SPPG manapun, supaya program MBG di Tanjungbalai berjalan lancar.(ant)
Editor : Metro-Esa