Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Pascabencana Tapteng, Dinkes Pastikan Layanan Kesehatan Berjalan Optimal

Editor Satu • Selasa, 24 Februari 2026 | 10:50 WIB

Petugas Dinas Kesehatan Tapanuli Tengah memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak bencana di lokasi pengungsian.
Petugas Dinas Kesehatan Tapanuli Tengah memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak bencana di lokasi pengungsian.

TAPTENG, METRODAILY – Penanganan sektor kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) menunjukkan perkembangan positif.

Berbagai langkah tanggap darurat hingga pemulihan jangka menengah dijalankan terpadu oleh Dinas Kesehatan Tapanuli Tengah.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Tapteng, Lisnawati Panjaitan, mengatakan percepatan pelayanan dilakukan sesuai instruksi kepala daerah guna memastikan kebutuhan medis warga tetap terpenuhi.

“Sejak hari pertama pascabencana, pelayanan kesehatan 24 jam telah dibuka di seluruh Puskesmas dan posko pengungsian. Tenaga kesehatan disiagakan secara bergiliran,” ujar Lisnawati, Senin (23/2/2026) di Pandan.

Layanan Medis dan Psikososial Diperkuat

Menurutnya, hingga saat ini pelayanan kesehatan aktif setiap hari di seluruh lokasi pengungsian. Selain layanan medis, perhatian juga diberikan pada dukungan psikososial.

Tim kesehatan secara rutin memantau kondisi mental masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Edukasi kesehatan dan dukungan psikologis terus diperluas melalui penjadwalan lanjutan agar menjangkau lebih banyak warga terdampak.

Untuk menjaga kesehatan bayi dan balita, imunisasi telah dilaksanakan di sejumlah titik pengungsian.

Vaksin yang sebelumnya disimpan di Balai Besar Karantina Kesehatan Sibolga kini telah didistribusikan.

Pelayanan imunisasi dilakukan melalui Posyandu dan posko kesehatan di wilayah terdampak.

Upaya pencegahan penyakit menular juga digencarkan, termasuk fogging demam berdarah di kawasan pengungsian seperti GOR Pandan dan permukiman sekitar.

Selain itu, vaksinasi rabies diberikan sebagai langkah antisipasi penularan dari hewan.

Dalam rangka deteksi dini, surveilans kesehatan aktif dilakukan di seluruh Puskesmas. Verifikasi sinyal penyakit berpotensi Kejadian Luar Biasa (KLB) terus dipantau, termasuk pengiriman spesimen suspek campak untuk pemeriksaan laboratorium lanjutan.

Program Gizi dan Penyakit Kronis Tetap Berjalan

Program gizi dan kesehatan anak diperkuat melalui layanan Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA).

Pelatihan tenaga kesehatan bersama relawan dari Wahana Visi Indonesia telah dilaksanakan di UPTD Puskesmas Kolang untuk meningkatkan kualitas layanan bagi bayi dan anak di pengungsian.

Sementara itu, pelayanan pasien penyakit kronis tetap berjalan melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis), meliputi pendataan pasien, monitoring pengobatan, serta distribusi obat secara rutin dengan prioritas kelompok berisiko tinggi.

Di sektor infrastruktur, rehabilitasi fasilitas kesehatan mulai dipersiapkan. Koordinasi dilakukan bersama Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara untuk pembangunan kembali Puskesmas di Manduamas, Barus, dan Sorkam sesuai standar Kementerian Kesehatan.

Pengawasan kesehatan lingkungan juga menjadi perhatian, termasuk pemeriksaan kualitas air bersih di Kecamatan Badiri guna memastikan ketersediaan air layak konsumsi.

Monitoring ini melibatkan relawan kemanusiaan untuk menjaga sanitasi dan mencegah penyakit berbasis lingkungan.

Lisnawati menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen memperkuat layanan kesehatan di pos pengungsian, meningkatkan surveilans penyakit, mempercepat rehabilitasi fasilitas kesehatan, memperluas dukungan psikososial, serta memastikan kualitas lingkungan tetap terjaga.

“Kita berharap berbagai upaya ini mampu mempercepat pemulihan kesehatan masyarakat dan mengembalikan kehidupan warga terdampak ke kondisi yang lebih baik,” tandasnya. (Zatam)

Editor : Editor Satu
#Dinkes Tapteng #pascabencana #layanan kesehatan