Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

29 Desa di Sumatra “Hilang” Diterjang Banjir dan Longsor

Editor Satu • Kamis, 19 Februari 2026 | 10:20 WIB
Warga melintasi kawasan terdampak banjir bandang dan longsor di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Warga melintasi kawasan terdampak banjir bandang dan longsor di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Tito: Perlu Penanganan Khusus

JAKARTA, METRODAILY – Sebanyak 29 desa dan kampung di Pulau Sumatra dilaporkan hilang akibat bencana banjir bandang dan longsor. Desa-desa tersebut tersebar di Provinsi Aceh dan Sumatra Utara dan masuk dalam prioritas rehabilitasi serta rekonstruksi pascabencana.

Hal itu disampaikan Menteri Dalam Negeri sekaligus Kepala Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra, Tito Karnavian, dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatra di Gedung DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

“Yang hilang ini perlu ada penyelesaian. Ada 29 desa yang hilang karena terbawa longsor atau terkena banjir,” kata Tito.

Baca Juga: Diterjang Kayu Gelondongan Saat Banjir, Jembatan di Badiri Ambruk!

Tito merinci, dari total 29 desa yang hilang, sebanyak 21 desa berada di Provinsi Aceh, tersebar di Kabupaten Aceh Tamiang, Nagan Raya, Aceh Tengah, dan Gayo Luwes.

Sementara delapan desa lainnya berada di Provinsi Sumatra Utara, tepatnya di Kabupaten Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah.

“Di Sumatra Barat tidak ada desa yang hilang,” tegasnya.

Pengungsi Turun Drastis

Selain dampak kerusakan wilayah, jumlah pengungsi di Aceh dan Sumatra Utara juga dilaporkan menurun signifikan. Dari sebelumnya lebih dari dua juta jiwa, kini tersisa sekitar 12.944 orang yang masih berada di tenda pengungsian.

Berdasarkan data Satgas, bencana di Sumatra berdampak pada 52 kabupaten/kota, 491 kecamatan, dan 4.511 desa.

Baca Juga: 29 Desa di Sumatra “Hilang” Diterjang Banjir dan Longsor

Untuk Provinsi Sumatra Barat, Tito memastikan tidak ada lagi pengungsi.

“Untuk Sumatra Barat, pengungsi saat ini sudah nol dari sebelumnya 16.164 orang,” ujarnya.

Warga dengan rumah rusak ringan dan sedang telah kembali dan menerima bantuan stimulan, sementara yang rumahnya rusak berat atau hilang masih menempati hunian sementara atau menerima dana tunggu hunian.

Dari 19 kabupaten di Sumatra Barat, 16 di antaranya terdampak, mencakup 125 kecamatan dan 568 desa.

Korban Jiwa dan Kerusakan Rumah

Di Sumatra Utara, jumlah pengungsi kini tersisa 850 orang dari sebelumnya 53.523 jiwa, yang kini terpusat di satu lokasi di Kabupaten Tapanuli Tengah.

Baca Juga: Pelajar SMP Asal Sumbul Tewas Tenggelam di Danau Toba, Diduga Terseret Arus

Dampak kemanusiaan tercatat berat, dengan 376 orang meninggal dunia dan 40 orang masih dinyatakan hilang.

Lebih dari 30.000 unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan, baik ringan, sedang, maupun berat.

Sementara di Provinsi Aceh, jumlah pengungsi saat ini masih 12.144 orang. Kabupaten Aceh Utara menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak, yakni 5.197 orang, disusul Aceh Tenggara, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Bener Meriah, Bireuen, Gayo Luwes, Lhokseumawe, dan Nagan Raya.

Pemerintah pusat menegaskan bahwa percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi akan menjadi fokus utama agar warga terdampak dapat segera kembali menjalani kehidupan normal. (net)

Editor : Editor Satu
#Desa Hilang di Sumut