Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

MTQ XXV Madina Resmi Ditutup, Panyabungan Sabet Juara Umum

Editor Satu • Rabu, 18 Februari 2026 | 13:10 WIB

 

Bupati Mandailing Natal Saipullah Nasution berfoto bersama peserta terbaik MTQ XXV tingkat Kabupaten Mandailing Natal.
Bupati Mandailing Natal Saipullah Nasution berfoto bersama peserta terbaik MTQ XXV tingkat Kabupaten Mandailing Natal.

MADINA, METRODAILY – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXV tingkat Kabupaten Mandailing Natal resmi ditutup Bupati Saipullah Nasution, Sabtu (14/2/2026), di Kelurahan Longat, Kecamatan Panyabungan Barat.

Penutupan dihadiri unsur Forkopimda, Penjabat Sekretaris Daerah M. Sahnan Pasaribu, para asisten, perwakilan Kementerian Agama Republik Indonesia, Kementerian Haji dan Umrah, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat se-Mandailing Natal, serta Majelis Ulama Indonesia.

MTQ yang berlangsung selama tiga hari sejak 12 Februari 2026 itu diikuti 250 peserta dari 23 kecamatan setelah melalui seleksi di tingkat kecamatan masing-masing.

Baca Juga: Banjir dan Longsor Hantam Tapteng, Jalan Sibolga–Tarutung Lumpuh Total

Dalam laporannya, M. Sahnan Pasaribu menyampaikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Ia mengapresiasi panitia, peserta, dan masyarakat yang mendukung pelaksanaan MTQ.

Berdasarkan keputusan dewan hakim, Kecamatan Panyabungan keluar sebagai juara umum. Tuan rumah Panyabungan Barat menempati posisi kedua, disusul Kecamatan Naga Juang di peringkat ketiga.

Peringkat keempat dan kelima masing-masing diraih Kecamatan Bukit Malintang dan Kecamatan Panyabungan Selatan. Hasil tersebut dinilai mencerminkan keseriusan tiap kecamatan dalam membina qari-qariah, hafiz-hafizah, dan peserta cabang lainnya.

Baca Juga: Pantai Pasir Putih Toba Kembangkan Wisata Buah, Pengunjung Bisa Petik Durian

Saipullah menegaskan esensi MTQ bukan sekadar kompetisi meraih gelar juara, tetapi momentum menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an serta meningkatkan semangat membaca, memahami, dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, MTQ menjadi sarana strategis untuk mendorong pengembangan budaya Islam di tengah masyarakat, termasuk memperkuat tradisi tilawah, hafalan, dan pendalaman kandungan Al-Qur’an.

“Upaya ini tidak boleh berhenti sampai di sini. Diperlukan perhatian, keterlibatan, dan tanggung jawab seluruh komponen umat serta jajaran pemerintah agar MTQ benar-benar memberi dampak positif,” ujar Saipullah.

Baca Juga: Kades Pamutaran Dipanggil Camat, Diduga Selingkuh dengan Bidan Desa

Ia juga berpesan kepada para qari-qariah dan hafiz-hafizah peraih prestasi agar terus berlatih dan meningkatkan kemampuan untuk menghadapi ajang di tingkat provinsi maupun nasional.

Sementara bagi kafilah yang belum meraih hasil maksimal, ia meminta agar tetap semangat dan menjadikan MTQ sebagai pengalaman berharga.

Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal berharap pelaksanaan MTQ XXV melahirkan generasi Qurani yang tidak hanya unggul dalam perlombaan, tetapi juga menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat. (net)

Editor : Editor Satu
#MTQ Madina