Pemprov Siapkan Pasokan dari Luar Daerah
MEDAN, METRODAILY – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengungkapkan stok bawang merah di Sumatera Utara mengalami defisit menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah/2026.
Meski begitu, pemerintah memastikan ketersediaan bahan pokok lainnya masih aman.
Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumut Poppy Marulita Hutagalung mengatakan secara umum stok bahan pokok seperti beras, cabai merah, dan minyak goreng dalam kondisi aman dengan harga relatif stabil.
“Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memantau pasokan dan harga bahan pokok untuk menjaga daya beli masyarakat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional,” ujarnya dalam temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Jumat (13/2/2026).
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sumut Mugiono menjelaskan, stok bawang merah saat ini kurang sekitar 1.790 ton.
Produksi bawang merah di Sumut rata-rata 2.000 ton per bulan, sementara kebutuhan mencapai 3.790 ton.
Kondisi serupa juga terjadi pada komoditas bawang putih yang masih mengalami kekurangan pasokan. Untuk mengantisipasi defisit tersebut, pemerintah berencana mendatangkan pasokan dari luar daerah.
“Untuk mengantisipasi ini, kemungkinan akan kita datangkan dari Jawa,” kata Mugiono.
Poppy menambahkan, melalui Satuan Tugas Pangan, pemerintah terus melakukan monitoring ke pasar-pasar.
Meski terdapat kenaikan harga di tingkat pengecer, nilainya masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Baca Juga: Paula Verhoeven Curhat Sulit Bertemu Anak Usai Cerai dari Baim Wong
Koordinasi dengan distributor, pelaku usaha, serta pemerintah kabupaten/kota juga diperkuat untuk memastikan distribusi bahan pangan berjalan lancar dan mencegah kelangkaan.
“Saat ini stok dalam kondisi aman dan kami terus memantau perkembangan harga. Jika terjadi kenaikan, langkah intervensi akan segera dilakukan. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” ujarnya.
Sementara itu, Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sumut Budi Cahyanto memastikan stok beras di gudang Bulog mencukupi untuk kebutuhan selama Ramadan hingga Idulfitri.
“Hari ini stok kita sekitar 52 ribu ton. Secara nasional stok sangat kuat, sekitar 3,2 juta ton, dan saat ini juga memasuki musim panen di sejumlah wilayah Sumut,” katanya.
Bulog telah menyerap hasil panen petani dengan harga gabah Rp6.500 per kilogram. Beras hasil serapan disalurkan melalui program Beras SPHP bersubsidi pemerintah.
Untuk wilayah Sumut, harga beras di gudang Bulog Rp11.300 per kilogram dengan HET Rp13.000 per kilogram.
Selain itu, ketersediaan minyak goreng merek Minyak Kita di Bulog Sumut mencapai sekitar 1,5 juta liter. Harga di gudang ditetapkan Rp14.500 per liter dengan HET Rp15.700 per liter untuk pengecer di seluruh wilayah Sumut.
Bulog mengimbau pengecer tidak menjual di atas HET. Jika ditemukan pelanggaran, pembinaan dan penindakan akan dilakukan sesuai ketentuan.
“Stok minyak dan beras cukup untuk Ramadan. Masyarakat tidak perlu khawatir,” tegas Budi. (Net)
Editor : Editor Satu