Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Limbah Pabrik PKS BSS di Asahan Diduga Cemari Lingkungan, Warga Minta APH Tindak Tegas

Edi Saragih • Selasa, 17 Februari 2026 | 17:23 WIB

PKS CV BSS yang diduga membuang limbah sembarangan.
PKS CV BSS yang diduga membuang limbah sembarangan.

ASAHAN, METRODAILY - Pabrik Kelapa Sawit (PKS) CV. BSS yang mengolah bahan baku kelapa sawit menjadi Kernel dan CPO, diduga beroperasi tanpa penanggungjawab dan limbah pabrik mencemari lingkungan sekitar.

Saat awak media bertanya kepada salah seorang security di lokasi pabrik berinisial P menjelaskan, tidak ada pimpinan atau maneger yang bertanggungjawab.
"Manegernya sudah lama berhenti,dan kalau mau bertanya tentang pabrik ini silahkan saja sama pimpinan ku Papam berinisial R," bebernya.

“Kami kurang tau masalah teknis pabrik pak,dan kalau ada yang penting jumpai saja Papam kami berinisial R, karena beliau lebih tahu masalah pabrik,” ucapnya.

Sementara itu, menurut warga Desa Suka Makmur, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, berinisial SM (43), pabrik BSS diduga membiarkan limbah berserakan.
“Walaupun sudah ada tempat pembuangan berbentuk kolam, namun masih saja berserakan ke ladang milik warga sekitar," tutur SM, Kamis (12/2/2026).

“Jangankan didalam lokasi, diduga limbah pabrik BSS juga berserakan hingga kedepan halaman kantor bang dan sengaja disedot pakai mesin dan dialirkan ke parit parit kebun,”

“Jika memang pabrik BSS sudah tidak ada pimpinan atau maneger, hingga saat ini masih beroprasi. Diduga pabrik BSS dikendalikan oleh pihak - pihak yang tidak bertanggung jawab. Lihatlah bang, dari pengelolaan pembuangan limbahnya morat marit dan aroma tidak sedap dari sekitar pabrik menyengat. Sedangkan dari bangunannya, diduga belum layak beroperasi," tegasnya.

“Kami minta Aparat Penegak Hukum segera menindak tegas pemilik usaha yang diduga menjelankan bisnis diduga illegal,” pintanya.
Hingga berita ini ditayangkan pemilik usaha belum dapat dikonfirmasi. (Gaf)

Editor : Metro-Esa
#limbah #asahan