TAPTENG, METRODAILY – Banjir yang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatra Utara, sejak Rabu (11/2/2026) sore, langsung direspons cepat oleh jajaran kepolisian.
Personel Polres Tapteng turun ke lapangan mengevakuasi warga yang terjebak banjir di sekitar Jalan Terminal Baru Pandan dan Kelurahan Bona Lumban.
Pada Rabu pukul 20.11 WIB, Brigadir David Nababan bersama dua personel Samapta, Aipda Ivan Rico Simanjuntak dan Bripda Tri Manalu, melakukan evakuasi warga di Kelurahan Bon
Kapolres Tapteng AKBP Muhammad Alan Haikel juga turun langsung memimpin evakuasi pada pukul 23.40 WIB. Ia bersama anggota membantu warga yang terjebak akibat tingginya debit air.
Baca Juga: Pembangunan Sekolah Rakyat di Toba Menunggu Terbitnya SHM dari BPN
Dalam proses evakuasi, terdapat warga yang mengalami sakit dan langsung dibawa petugas ke RSUD Pandan untuk mendapatkan penanganan medis.
“Polisi juga mengevakuasi Oppung Josep Silaban/br Simamora dari rumahnya di Jalan Terminal Baru Pandan menuju susteran Pandan. Evakuasi dilakukan saat debit air terus meningkat,” demikian keterangan yang disampaikan melalui akun resmi Polres Tapteng, Kamis (12/2/2026).
Debit Sungai Anggoli Meningkat
Debit air Sungai Anggoli dilaporkan meningkat signifikan akibat hujan deras. Warga yang bermukim di bantaran sungai diimbau segera mengungsi guna menghindari risiko lebih besar.
Baca Juga: BMPMS Sibolga dan 16 Madrasah Gelar Peringatan Isra Mikraj
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah telah membuka Posko Pengungsian di GOR Pandan. Warga terdampak diminta mengutamakan keselamatan serta membawa barang penting seperlunya.
Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu mengimbau masyarakat agar menghindari daerah rawan banjir serta mewaspadai potensi tanah longsor akibat perubahan cuaca ekstrem.
Saat ini pemerintah daerah bersama aparat kepolisian dan instansi terkait terus melakukan evakuasi dan pemantauan di sejumlah titik terdampak banjir.
Pemerintah kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang masih mungkin terjadi. (net)