TAPTENG, METRODAILY – Rencana pencarian korban hilang akibat banjir bandang di Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), resmi dibatalkan.
Pihak keluarga korban menilai pencarian secara manual di sepanjang alur Sungai Garoga tidak akan membuahkan hasil.
Hal itu disampaikan perwakilan keluarga korban, Seyaman Zendrato, kepada tim pencari dari unsur Forkopimka Sibabangun, Kamis (12/2/2026).
Menurut Seyaman, pencarian tanpa dukungan alat berat dan peralatan pendeteksi hanya akan menguras tenaga, mengingat korban telah hilang lebih dari dua bulan.
“Sudah puluhan kali kami melakukan pencarian dengan menelusuri alur sungai, tapi tidak menemukan korban,” ujarnya.
Keluarga Yakin Korban Ada di Kuburan Massal Batang Toru
Didampingi sejumlah keluarga korban lainnya, Seyaman meminta Pemkab Tapteng membongkar kuburan massal korban banjir bandang yang berada di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Informasi yang diperoleh keluarga menyebutkan, dari puluhan jasad yang dimakamkan di Batang Toru, terdapat delapan jasad tanpa identitas. Keluarga meyakini sebagian di antaranya merupakan korban hilang dari Desa Muara Sibuntuon dan Desa Sibiobio.
“Kami meyakini itu. Oleh karenanya kami meminta Pemkab Tapteng untuk membongkar kuburan massal korban banjir bandang yang ada di Kecamatan Batang Toru,” tegasnya.
Menanggapi permintaan tersebut, Camat Sibabangun Romulus Simanullang menyatakan akan segera menindaklanjuti aspirasi keluarga korban. Ia menegaskan, rencana pencarian sebelumnya telah dikoordinasikan dengan pihak keluarga.
“Akan segera kita tindak lanjuti,” kata Romulus, didampingi perwakilan TNI, Polri, dan BPBD.
12 Warga Dinyatakan Hilang
Diketahui, bencana ekologis yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah menyebabkan 12 warga dinyatakan hilang akibat hanyut dan tertimbun longsor.
Empat korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, yakni Faozaro Zendrato, Rahmat Jaya Zendrato, Marlina Gulo, dan Fatieli Hulu. Mereka ditemukan oleh pihak keluarga setelah melakukan pencarian mandiri.
Sementara delapan korban lainnya yang belum ditemukan yakni Abdul Manan Nasution, Radina Mendrofa, Selvia Zebua, Mitaria Telaumbanua, Johannes Hati Laoli, A Jese Zalukhu, Yostoni Laoli, Yuliadi Telaumbanua, dan Roy Sarma Pane.
Hingga lebih dari dua bulan pascabencana, keluarga menilai belum ada upaya maksimal dari Tim SAR maupun BPBD Tapteng untuk melakukan pencarian lanjutan, sehingga memicu protes dari pihak keluarga. (zatam)