LABURA, METRODAILY - Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan transformasi digital di sektor pemerintahan. Hal tersebut ditandai dengan kehadiran Bupati Labuhanbatu Utara, Dr H Hendri Yanto Sitorus, dalam kegiatan Rapat Koordinasi Wilayah (RAKORWIL) dan Katalis I Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) Tahun 2026 yang dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting, pada Senin (9/2/2026).
Kegiatan RAKORWIL dan Katalis I P2DD 2026 ini merupakan forum strategis yang bertujuan untuk memperkuat koordinasi, sinergi, serta evaluasi pelaksanaan program digitalisasi transaksi keuangan daerah di seluruh wilayah, khususnya dalam rangka meningkatkan kualitas tata kelola keuangan daerah yang lebih transparan, efektif, dan akuntabel.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Labuhanbatu Utara didampingi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Labuhanbatu Utara, Dra. Hj. Susi Asmarani, Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Labuhanbatu Utara, Teddy Yulianto, serta Perwakilan Bank Sumut KCP Aek Kanopan, Fadli Fanani Siregar. Selain itu, kegiatan ini juga diikuti oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tergabung dalam Tim Teknis Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Labuhanbatu Utara.
Melalui forum ini, pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan membahas berbagai strategi dan langkah konkret dalam mempercepat implementasi sistem transaksi non-tunai di lingkungan pemerintah daerah, termasuk optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD), peningkatan layanan publik berbasis digital, serta penguatan peran TP2DD dalam mendorong digitalisasi di setiap OPD.
Bupati Labuhanbatu Utara, Dr. H. Hendri Yanto Sitorus, dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya komitmen dan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung agenda nasional percepatan digitalisasi daerah. Menurutnya, digitalisasi transaksi keuangan daerah merupakan salah satu instrumen penting dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik yang prima.
Melalui kegiatan RAKORWIL dan Katalis I P2DD ini, kita berharap seluruh OPD dapat semakin optimal dalam mengimplementasikan transaksi non-tunai, sehingga pengelolaan keuangan daerah menjadi lebih efektif, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan, ujarnya.
Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Labuhanbatu Utara, Teddy Yulianto, mengatakan, penerapan digitalisasi transaksi keuangan daerah merupakan langkah strategis dalam mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Melalui P2DD, seluruh OPD diharapkan dapat mengoptimalkan penggunaan transaksi non-tunai, baik dalam proses pemungutan pajak dan retribusi daerah maupun dalam sistem pembayaran lainnya.
Dengan digitalisasi, proses pembayaran menjadi lebih mudah, cepat, dan transparan, sehingga dapat meningkatkan kepatuhan masyarakat serta meminimalisir potensi kebocoran pendapatan daerah, ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara berkomitmen untuk terus memperkuat peran TP2DD serta menjalin sinergi dengan perbankan, khususnya Bank Sumut, dalam rangka mendukung percepatan digitalisasi daerah. Diharapkan, melalui upaya tersebut, transformasi digital di Kabupaten Labuhanbatu Utara dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (gus)