Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

GMKI Siantar -Simalungun Rayakan Dies Natalis Ke 64 Tahun

Edi Saragih • Selasa, 10 Februari 2026 | 18:30 WIB
GMKI Cabang Pematangsiantar-Simalungun merayakan dies natalis GMKI secara nasional Ke-74 Tahun dan Pematangsiantar-Simalungun ke - 64 Tahun.   
GMKI Cabang Pematangsiantar-Simalungun merayakan dies natalis GMKI secara nasional Ke-74 Tahun dan Pematangsiantar-Simalungun ke - 64 Tahun.  

SIANTAR, METRODAILY -Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Pematangsiantar-Simalungun merayakan dies natalis GMKI secara nasional Ke-74 Tahun dan dies natalis GMKI Pematangsiantar-Simalungun ke - 64 Tahun di Student Center GMKI-PSS Jalan Asahan KM 3, Kabupaten Simalungun, Senin (9/2/2026).

Perayaan Dies Natalis tersebut sebuah refleksi di mana GMKI telah lama berdiri sejak (9 Februari 1950) untuk itu perlu adanya mengingat dan merefleksikan bahwasanya GMKI juga telah banyak melahirkan kader-kader GMKI untuk menjadi pemimpin dan penggerak dan melayani di Gereja, Perguruan Tinggi dan Masyarakat.

Acara dies natalis tersebut berlangsung dengan hikmat dan penuh refleksi yang dihadiri oleh Senior GMKI dan Anggota GMKI Pematangsiantar-Simalungun. Rangkaian kegiatan dies natalis tersebut berupa ibadah, upacara nasional dan upacara organisasi, pembacaan pidato ketua umum, kata sambutan dan pemotongan kue.

Ketua GMKI Cabang Pematangsiantar-Simalungun Yova Ivo Cordiaz Purba menyampaikan terima kasih kepada senior-senior dan anggota GMKI yang telah hadir dalam acara dies natalis.

"Dalam perayaan dies natalis ini GMKI secara nasional sudah berumur 74 tahun dan cabang Pematangsiantar-Simalungun 64 tahun. Di umur yang sudah bertambah ini GMKI sudah melalui proses panjang baik itu dinamika internal dan eksternal yang telah dilalui. Sejarah panjang tersebut dapat kita refleksi untuk memberikan semangat juang baru dalam melakukan pelayanan di Gereja, Perguruan Tinggi dan Masyarakat,” kata Yova.

"Kader GMKI harus bisa menjadi pemimpin, bukan dilihat dari gender ldan memposisikan dirinya sebagai pelayanan untuk memuliakan nama Tuhan. Sebagai kader GMKI harus tetap percaya dalam pendiriannya bukan ikut-ikutan, tetapi berproses sesuai dengan talenta yang di miliki, tidak ada orang yang selesai dalam belajar,” katanya. Ut Omnes Unum Sint.(rel)

 

Editor : Metro-Esa
#Siantar-Simalungun #gmki