Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Mendagri Apresiasi Sinergi Pemda Sumut Lakukan Pemulihan Pascabencana

Editor Satu • Jumat, 6 Februari 2026 | 14:30 WIB

Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution mendampingi Mendagri Tito Karnavian meninjau hunian sementara bagi warga terdampak bencana di Angkola Selatan, Tapanuli Selatan.
Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution mendampingi Mendagri Tito Karnavian meninjau hunian sementara bagi warga terdampak bencana di Angkola Selatan, Tapanuli Selatan.

TAPSEL, METRODAILY – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengapresiasi sinergi pemerintah daerah (Pemda) di Sumatera Utara (Sumut) di bawah koordinasi Gubernur Bobby Afif Nasution yang dinilai berjalan kolaboratif dan efektif dalam pelaksanaan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P).

Apresiasi tersebut disampaikan Tito menanggapi komitmen Gubernur Sumut yang terus memberikan perhatian serius terhadap penanganan bencana hingga tahap pemulihan di sejumlah daerah terdampak, khususnya Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Selatan.

Ketiga daerah itu tercatat sebagai wilayah terdampak terparah dari total 18 kabupaten/kota yang terdampak bencana di Sumut.

Baca Juga: 330 Titik Longsor Ditemukan di Hulu Sungai Garoga–Siondop, Indikasikan Kerusakan Hutan Tapsel

Atas upaya tersebut, Tito menyampaikan apresiasi atas nama Presiden RI Prabowo Subianto kepada para kepala daerah yang dinilai sigap dan efisien dalam mempercepat pemulihan pascabencana, termasuk memastikan seluruh pengungsi telah menempati hunian sementara (Huntara) atau hunian lain yang lebih layak.

“Kami mengapresiasi apa yang disampaikan Gubernur Sumut, Pak Bobby, terkait bantuan penyediaan lahan untuk pembangunan hunian tetap (Huntap). Saya menyampaikan terima kasih mewakili Bapak Presiden RI,” ujar Tito di sela peresmian Huntara di Kelurahan Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kamis (5/2/2026).

Selain itu, Tito menegaskan bahwa dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat dapat segera digunakan untuk mendukung pemulihan pascabencana di Sumut, sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan terkait penanganan bencana di wilayah Sumatera.

Baca Juga: Perkuat Talenta Digital Daerah, Indosat–Nokia Dorong Literasi AI Lewat Program GENsi di Sumsel

“Karena ini bencana tingkat provinsi, dana TKD bisa digunakan secepatnya. Pekan depan saya siapkan petunjuk teknisnya, dibuatkan Pergub, dan diberitahukan ke DPRD. Tidak perlu pembahasan dan persetujuan dewan karena ini menyangkut penanganan bencana,” jelas Tito.

Ia juga menegaskan penggunaan dana pendahuluan diperbolehkan dalam kondisi darurat, seraya menyampaikan permohonan maaf kepada anggota DPRD Sumut yang hadir.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sumut Bobby Nasution menyampaikan bahwa kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota terus diperkuat sesuai kewenangan masing-masing, sekaligus mendukung percepatan pemulihan yang digerakkan pemerintah pusat.

Baca Juga: Warga Tapsel Tangkap 4 Terduga Pelaku Narkoba, Satu Diduga Oknum APH

“Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah menyiapkan anggaran dana tunggu hunian (DTH). Namun atas permintaan Bupati Tapsel, Pak Gus Irawan, bantuan tersebut dialihkan untuk membantu perbaikan akses jalan masyarakat yang terputus akibat banjir dan longsor,” ungkap Bobby.

Gubernur menegaskan komitmen Pemprov Sumut sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat dalam mengolaborasikan langkah bersama pemda kabupaten/kota melalui program R3P, demi pemulihan kehidupan masyarakat terdampak.

Sementara itu, warga Desa Tandihat yang menghuni Huntara di Kelurahan Simarpinggan, N. Dalimunthe, mengaku telah menempati hunian tersebut selama dua pekan dan merasakan peningkatan kenyamanan dibandingkan pengungsian.

Baca Juga: Sengketa Lahan di Tapsel Berujung Maut, Pelaku Bacok Rekan Sekampung dengan Pedang

“Kami sudah dua pekan tinggal di sini. Alhamdulillah sudah ada tempat tidur, kamar mandi, dapur, dan fasilitas lainnya. Jauh lebih nyaman,” ujarnya.

Namun, Dalimunthe yang berprofesi sebagai petani menyebut akses jalan menuju kebun masih terputus akibat banjir dan longsor.

“Kebun banyak yang rusak, tapi yang paling sulit sekarang akses jalannya putus. Kami berharap pemerintah bisa segera membantu membangun kembali jalan ke ladang,” harapnya. (H13/DIS)

Editor : Editor Satu
#pemulihan pascabencana #mendagri tito karnavian