SIDIMPUAN, METRODAILY – Penyaluran bantuan korban banjir bandang di Desa Sabungan Sipabangun, Kecamatan Hutaimbaru, Kota Padangsidimpuan, menuai protes warga. Bantuan berupa uang tunai Rp1,8 juta diduga tidak dibagikan secara merata dan dinilai tidak tepat sasaran.
Sejumlah warga mengaku kecewa karena tidak menerima bantuan, meski sebelumnya telah didata sebagai korban banjir. Mereka menduga bantuan justru diberikan kepada kerabat perangkat atau pejabat desa, sementara warga yang dinilai lebih layak justru terlewat.
“Pembagian bantuan katanya untuk korban banjir bandang yang tinggal di bantaran sungai. Tapi kenyataannya, ada yang dapat bantuan padahal rumahnya tidak di daerah aliran sungai,” ujar Sumarni Rambe, Selasa (3/2).
Baca Juga: Ratusan Pengungsi Kebun Pisang Tapteng Mulai Dipindahkan, 15 KK Masuk Huntara
Sumarni juga menyebutkan bahwa kepala dusun (kadus) di lingkungannya turut menerima bantuan, meski rumahnya tidak berada di bantaran sungai.
“Kami menduga yang dapat bantuan itu hanya keluarga aparat desa. Kadus di lingkungan ini dapat bantuan, padahal rumahnya bukan di bantaran sungai,” ungkapnya.
Warga berharap pemerintah, baik di tingkat kelurahan hingga kota, turun tangan dan mengevaluasi penyaluran bantuan agar tepat sasaran dan tidak menimbulkan kecemburuan sosial.
“Jangan begitulah. Mentang-mentang kami bukan keluarga perangkat desa, lalu tidak dapat bantuan,” tandasnya.
Baca Juga: Kaper BKKBN Sumut Tinjau SPPG Balige, Pastikan MBG 3B Tepat Sasaran
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah desa terkait tudingan tersebut. (net)
Editor : Editor Satu