TAPTENG, METRODAILY – Pembangunan Hunian Sementara (Huntara) menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dalam percepatan pemulihan pascabencana, sembari menunggu rampungnya pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi warga terdampak.
Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu mengatakan, Huntara disiapkan sebagai solusi sementara agar masyarakat terdampak bencana dapat segera menempati hunian yang layak.
“Pembangunan Huntara menjadi prioritas utama pascabencana sebagai tempat tinggal sementara sebelum pembangunan hunian tetap selesai,” ujar Masinton, Selasa (3/2/2026).
Baca Juga: Embung Mengering, Ratusan Hektare Sawah di Toba Terancam Gagal Tanam
Ia merinci, saat ini sebanyak 1.192 unit Huntara tengah dibangun dan tersebar di 11 lokasi di wilayah Tapteng. Lokasi tersebut antara lain:
-
Asrama Haji Pinangsori: 52 unit
-
Rusunawa Pandan: 77 unit
-
Balerong Tukka: 32 unit
-
Desa Muara Sibuntuon: 12 unit
-
Kelurahan Pasar Baru: 90 unit
-
Aloban Bair: 75 unit
-
Lubuk Ampolu: 250 unit
-
Balerong Rampah Sitahuis: 16 unit
-
Kelurahan Nauli: 8 unit
-
Sipange: 80 unit
-
Eks Lapangan Golf Mangga II: 500 unit
Khusus pembangunan Huntara di eks Lapangan Golf Mangga II, Masinton menjelaskan saat ini masih dalam proses pengajuan permohonan pengelolaan lahan ke Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Baca Juga: Dugaan Pungli, LSM Desak Gubsu Evaluasi Kadisdik dan Kacabdis Wilayah XIII Gunungsitoli
“Sebagian pengerjaannya sudah mencapai sekitar 95 persen. Bahkan jaringan listrik juga sudah terpasang,” katanya.
Masinton menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah terus mendorong percepatan penyelesaian pembangunan Huntara agar dapat segera ditempati warga terdampak bencana.
“Pemkab Tapteng berkomitmen bekerja keras mempercepat pemulihan pascabencana, baik dari sisi penyediaan hunian, pemulihan lingkungan, maupun infrastruktur pendukung,” pungkasnya. (net)
Editor : Editor Satu