Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Embung Mengering, Ratusan Hektare Sawah di Toba Terancam Gagal Tanam

Editor Satu • Kamis, 5 Februari 2026 | 11:40 WIB
Kondisi embung di Kabupaten Toba yang mengering akibat minimnya curah hujan.
Kondisi embung di Kabupaten Toba yang mengering akibat minimnya curah hujan.

TOBA, METRODAILY – Ratusan hektare lahan persawahan di Kabupaten Toba terancam gagal tanam padi akibat mengeringnya embung yang menjadi satu-satunya sumber irigasi. Kondisi ini terjadi di Desa Jonggi Manulus dan Desa Dolok Nauli, Kecamatan Parmaksian, serta Desa Galagala Pangkailan, Kecamatan Porsea.

Kekeringan embung dipicu minimnya curah hujan dalam sebulan terakhir, sehingga volume air terus menyusut dan tidak lagi mampu mengairi lahan pertanian warga.

Salah seorang petani, H. Manurung, mengatakan Embung Tanjungan Jonggi Manulus sangat bergantung pada curah hujan. Namun, kondisi cuaca yang kering membuat air embung surut drastis.

Baca Juga: Ratusan Pengungsi Kebun Pisang Tapteng Mulai Dipindahkan, 15 KK Masuk Huntara

“Biasanya pada musim tanam kedalaman air bisa mencapai sekitar 10 meter. Sekarang hanya setinggi lutut. Jelas tidak mampu mengairi sawah ratusan hektare,” ujarnya, Selasa (3/2/2026).

Ia menyebutkan, para petani telah menyampaikan berbagai usulan kepada Pemerintah Kabupaten Toba dan sejumlah anggota DPRD agar segera dicarikan solusi pengisian embung demi menyelamatkan musim tanam padi tahun ini.

“Solusinya harus dengan menyedot air dari Sungai Toba–Asahan yang jaraknya sekitar dua kilometer dari embung. Kami memohon pemerintah dan DPRD segera bertindak agar kami tidak gagal tanam,” katanya.

Baca Juga: Kaper BKKBN Sumut Tinjau SPPG Balige, Pastikan MBG 3B Tepat Sasaran

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Toba, Lena Pardede, mengatakan pihaknya telah melakukan survei lapangan dan mengambil langkah awal bersama masyarakat.

“Sambil menunggu penanganan lanjutan, kami menyarankan gotong royong membersihkan area sekitar embung agar saat hujan turun, air dapat tertampung maksimal,” ujarnya.

Untuk penanganan jangka panjang, Lena menyampaikan Dinas Pertanian telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat.

Baca Juga: RSUD Doloksanggul Raih Bintang Tiga Digital JKN, Tertinggi se-Cabang BPJS Sibolga

“Kami sudah berkoordinasi dengan kementerian. Besok, Rabu (4/2/2026), dijadwalkan bertemu Direktur Konservasi di Jakarta. Mudah-mudahan ada dukungan anggaran dan solusi pembangunan ke depan,” katanya.

Jika kondisi ini tidak segera ditangani, petani khawatir keterlambatan tanam akan berdampak pada penurunan produksi padi dan pendapatan masyarakat. (net)

Editor : Editor Satu
#embung mengering #gagal tanam