Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Ratusan Pengungsi Kebun Pisang Tapteng Mulai Dipindahkan, 15 KK Masuk Huntara

Editor Satu • Kamis, 5 Februari 2026 | 11:20 WIB
Warga pengungsi di tenda Lapangan Kebun Pisang, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah, bersiap menjalani proses pemindahan.
Warga pengungsi di tenda Lapangan Kebun Pisang, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah, bersiap menjalani proses pemindahan.

TAPTENG, METRODAILY – Ratusan warga pengungsi yang masih bertahan di tenda pengungsian Lapangan Kebun Pisang, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah, akan dipindahkan secara bertahap.

Sebagian pengungsi diarahkan ke hunian sementara (huntara), sementara lainnya memilih mengontrak rumah atau tinggal bersama keluarga.

Camat Badiri, Ahmad Saufi Pasaribu, mengatakan pembersihan tenda pengungsian direncanakan dilakukan dalam minggu ini sebagai bagian dari tahap lanjutan penanganan pengungsi.

“Ini tahap kedua. Sebelumnya sudah kita pindahkan 28 kepala keluarga (KK). Untuk minggu ini, akan dipindahkan lagi 15 KK ke huntara di kawasan Asrama Haji Pinang Sori,” ujarnya kepada RRI, Selasa (3/2/2026).

Baca Juga: Harga Cabai Merah Keriting Melonjak di Toba, Andaliman Turun Hingga Rp150 Ribu per Kg

Menurutnya, pengungsi yang tidak masuk ke huntara akan memilih alternatif lain dengan mengontrak rumah atau tinggal bersama keluarga. Kelompok ini akan menerima Dana Tunggu Hunian (DTH).

“Sebagian pengungsi mencari kontrakan atau tinggal di rumah keluarga. Mereka masuk dalam data DTH,” jelas Ahmad.

Ia menyebutkan, total pengungsi di lokasi Lapangan Kebun Pisang saat ini mencapai 109 KK. Bagi warga yang memilih tinggal di luar huntara, pemerintah akan menyalurkan Dana Tunggu Hunian sebesar Rp600 ribu per KK.

Baca Juga: Inacraft 2026 Jadi Panggung Global, Pemkab Taput Pamerkan Ulos dan Produk Ekonomi Kreatif

Ahmad berharap seluruh warga tetap tenang selama proses pemindahan dan menjaga kondisi kesehatan masing-masing. Pihak kecamatan, kata dia, terus berkoordinasi dengan instansi terkait agar proses pemindahan berjalan lancar dan tertib.

Sementara itu, salah seorang pengungsi, A. Zendrato, yang terdata sebagai penerima DTH mengaku memilih mencari rumah kontrakan. Ia berharap dana tersebut segera direalisasikan.

“Kalau kami dipindahkan, harapannya dana untuk sewa kontrakan bisa cepat diberikan, supaya bisa dipakai untuk biaya kontrakan atau tinggal di rumah keluarga,” ungkapnya. (net)

Editor : Editor Satu
#pengungsi tapteng #huntara