MEDAN, METRODAILY — Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2025 untuk 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara (Sumut). Hasilnya, IPM Sumut naik menjadi 76,47, meningkat 0,71 poin dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 75,76.
Berdasarkan data resmi BPS Sumut yang diakses Selasa (3/2), Kota Pematangsiantar mencatat IPM 81,71, sedangkan Kabupaten Simalungun berada di angka 76,48. Secara keseluruhan, IPM tertinggi di Sumut diraih Kota Medan, sementara IPM terendah masih ditempati Kabupaten Nias Barat.
Di tingkat nasional, IPM Sumut berada di peringkat ke-8, sedangkan posisi teratas ditempati DKI Jakarta dengan IPM 85,05. Adapun IPM Indonesia tahun 2025 tercatat 75,90.
Baca Juga: Zakat Fitrah 2026 Ditetapkan Rp50 Ribu per Jiwa, Ini Keputusan Resmi BAZNAS
BPS menjelaskan, IPM dihitung dari agregasi sejumlah indikator utama, yakni angka harapan hidup, harapan lama sekolah, rata-rata lama sekolah, serta pengeluaran riil per kapita yang disesuaikan.
Untuk Sumut, angka harapan hidup saat lahir mencapai 74,19 tahun, harapan lama sekolah 13,50 tahun, rata-rata lama sekolah 10,08 tahun, serta pengeluaran riil per kapita sebesar Rp11.898.
IPM Kabupaten/Kota di Sumut 2025 (Ringkasan)
Beberapa daerah mencatat kenaikan signifikan, antara lain:
-
Kota Pematangsiantar: 81,71 (naik 0,54)
-
Kabupaten Simalungun: 76,48 (naik 0,60)
-
Kota Medan: 83,74 (naik 0,51)
-
Kota Tebing Tinggi: 79,26 (naik 0,58)
-
Kabupaten Deli Serdang: 78,29 (naik 0,73)
-
Kabupaten Karo: 78,10 (naik 0,79)
Baca Juga: Zakat Fitrah 2026 Ditetapkan Rp50 Ribu per Jiwa, Ini Keputusan Resmi BAZNAS
Sementara itu, wilayah Kepulauan Nias masih berada di kelompok IPM rendah, meski seluruhnya mencatat peningkatan, termasuk Kabupaten Nias Barat (66,65) dan Kabupaten Nias Selatan (66,74).
BPS menilai tren kenaikan IPM di seluruh kabupaten/kota Sumut menunjukkan perbaikan kualitas pembangunan manusia, terutama di sektor pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat. (dtc)
Editor : Editor Satu