Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Meski Diaudit, Proyek PLTA Batang Toru Tetap Jalan, Target Operasi Oktober 2026

Editor Satu • Rabu, 4 Februari 2026 | 13:40 WIB
Ilustrasi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru di Sumatra Utara yang ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober 2026.
Ilustrasi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru di Sumatra Utara yang ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober 2026.

JAKARTA, METRODAILY – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru di Sumatra Utara tetap berlanjut dan ditargetkan mencapai Commercial Operation Date (COD) pada Oktober 2026.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menegaskan hingga kini tidak ada penghentian konstruksi proyek yang dikelola PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) tersebut.

“Kami berharap tetap bisa COD. Dari Batang Toru menyebutkan Oktober 2026, mudah-mudahan bisa tepat waktu,” ujar Eniya saat ditemui di Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2026).

Baca Juga: BBM Langka, Antrean Kendaraan di Padangsidimpuan Makin Mengular

Sebelumnya, proyek PLTA Batang Toru sempat menjadi sorotan setelah izin operasional NSHE dicabut Presiden Prabowo Subianto pada awal Januari 2026. NSHE termasuk dalam 28 perusahaan yang izinnya dicabut karena diduga memperparah dampak banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatra.

Meski demikian, Eniya menjelaskan bahwa pencabutan izin tersebut diikuti dengan proses audit lingkungan, namun tidak serta-merta menghentikan aktivitas pembangunan proyek.

“Selama audit lingkungan berjalan, progres proyek tidak terganggu. Kami mengikuti proses di Kementerian Lingkungan Hidup, sambil terus melakukan pendampingan,” jelasnya.

Terkait isu sanksi dan denda lingkungan, Eniya menyebut hal itu masih merupakan bagian dari proses administratif yang tengah berlangsung.

Baca Juga: Siswa MAN 1 Padang Lawas Borong Empat Medali di Riau National Taekwondo Championship 2026

“Itu tinggal dipenuhi saja. Untuk hasil akhir audit lingkungan, kita masih menunggu keputusan,” katanya.

PLTA Batang Toru yang memiliki kapasitas 510 megawatt (MW) awalnya dijadwalkan menjalani uji coba pada Desember 2025 atau Januari 2026. Namun, jadwal tersebut mundur akibat banjir dan longsor yang melanda kawasan proyek.

Keberlanjutan proyek ini dinilai krusial untuk mendukung target bauran energi baru terbarukan (EBT) nasional. Pemerintah menargetkan porsi EBT mencapai sekitar 17 persen pada 2026.

“Semester I sebelumnya sempat 16 persen. Namun setelah masuk tambahan PLTU sekitar 7 gigawatt, bauran EBT terkoreksi menjadi 15,75 persen hingga akhir 2023,” ungkap Eniya.

Baca Juga: Murid SD Tewas Tersengat Kabel Listrik di Tapsel, Pemilik Kandang Kambing Ditahan

Selain PLTA Batang Toru, Kementerian ESDM juga memantau sejumlah proyek EBT lain yang mengalami keterlambatan, seperti PLTS terapung Saguling dan PLTS Tembesi di Batam. Evaluasi juga dilakukan terhadap proyek-proyek dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yang berpotensi mundur dari jadwal COD.

“Kami sedang mengidentifikasi proyek-proyek yang mengalami keterlambatan. Harapannya, proyek besar bisa segera masuk agar target bauran EBT tetap terjaga,” pungkasnya. (net)

Editor : Editor Satu
#kementerian esdm #plta batang toru