Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Dirut PUDAM Tirta Bina Labuhanbatu Tuding Pelanggan Curi Air 2 Bulan

Edi Saragih • Selasa, 3 Februari 2026 | 17:42 WIB
Dirut PUDAM Tirta Bina Labuhanbatu Ansari.
Dirut PUDAM Tirta Bina Labuhanbatu Ansari.

LABUHANBATU, METRODAILY - Terkait persoalan pelanggan diharuskan bayar tagihan tanpa meteran air, Direktur Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Bina Labuhanbatu Ansari menuding pelanggan melakukan dugaan pencurian air selama dua bulan.

"2 bulan pelanggan itu menyambung kembali sendiri. Menggunakan air tanpa meteran terindikasi pencurian air. Dari fakta bang, kehilangan September dia melapor ke kantor tanggal 8 januari 2026. Dari September ke Januari dia diduga mencuri air kita tanpa meteran," ujar Ansari melalui pesan Whatsapp pribadinya menjawab konfirmasi wartawan, Selasa (3/2/2026) siang.

Saat ditanya, kenapa ada tagihan di setiap bulannya sewaktu pelanggan tersebut diduga melakukan pencurian air dan petugas lapangan tidak melakukan tindakan, padahal berulang kali pelanggan melaporkan secara lisan ke petugas lapangan, Ansari malah mengatakan untung saja beliau tidak kita laporkan karena terindikasi merugikan PUDAM dengan menyambung sendiri air tanpa meteran.

"Untung gak kita laporkan aja bg beliau indikasi merugikan pudam dengan menyambung sndiri air tanpa meteran. Dan kalo dia keberatan suruh datang ke kantor saja bang. Gak perlu melalui abg. Dan sudah saya bilang tadi dia melapor baru tgl 8 Januari 2026," jawabnya.

Terpisah, Ismayuddin yang mendengar tudingan melakukan dugaan pencurian air oleh Dirut PUDAM tersebut merasa geram dan akan melaporkan persoalan ini ke pihak yang berwajib. Pasalnya, menurut Ismayuddin, pihak PUDAM buang badan dan membela diri.

"Kalau saya mencuri air, apakah ada pihak PUDAM secara resmi memutuskan saluran air dan saya tanpa sepengetahuan PDAM saya curi. Ini pihak PUDAM secara pribadi akan saya laporkan ke pihak yang berwajib," cetus Ismayuddin yang juga Anggota MUI Labuhanbatu dikenal sebagai ustad itu.

Sebelumnya, diberitakan seorang warga Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu Ismayuddin mengaku membayar tagihan tanpa meteran air kepada pihak Perusahaan Umum Daerah Air Tirta Bina Labuhanbatu.

"Saya bayar tagihan air ke PUDAM melalui via transfer, rutin sekitar bulan sembilan tahun lalu tanpa adanya meteran air," ungkapnya kepada wartawan, Jum'at (30/1/2026) di Rantauprapat.

Warga Jalan Baru By Pass, Kecamatan Rantau Selatan itu juga mengungkapkan amburadulnya maganemen PUDAM Labuhanbatu. Pasalnya, kata Ismayuddin, meteran air miliknya atas nama Supartik, hilang dicuri dan harus terpaksa membayar biaya pemasangan kembali.

Sebelumnya, Ismayuddin berulang kali melapor kepada petugas PUDAM TIRTA BINA Labuhanbatu adanya pipa di sekitar meteran air yang keropos, namun tidak direspon. Hingga akhirnya pipa yang rusak tersebut bersama meteran air miliknya hingga.

Pasca hilangnya meteran air tersebut, Ismayuddin rutin membayar tagihan air hingga beberapa bulan. Sampai akhirnya pihak PUDAM Tirta Bina Labuhanbatu memaksa agar pelanggan membayar biaya pemasangan meteran.

"Sebelum saya bayar biaya pemasangan meteran air mereka tak mau memasang, setelah bayar Rp 300 ribu, baru dipasang," ungkapnya seraya menunjukkan kwitansi pembayaran pemasangan meteran air dan tagihan. (Bud)

 

Editor : Metro-Esa
#PUDAM Tirta Bina #Pelanggan Air