Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Kerusakan Capai Rp2,6 Triliun, Pemkab Tapsel Petakan Pemulihan Lahan Pertanian Pascabencana

Editor Satu • Jumat, 30 Januari 2026 | 14:20 WIB
Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu saat menyampaikan pemetaan pemulihan lahan pertanian pascabencana hidrometeorologi.
Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu saat menyampaikan pemetaan pemulihan lahan pertanian pascabencana hidrometeorologi.

TAPSEL, METRODAILY – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Pemkab Tapsel) mulai memetakan pemulihan kawasan pertanian dan perkebunan yang terdampak bencana hidrometeorologi.

Bencana tersebut menyebabkan kerusakan luas pada lahan pertanian, aset pemerintah, hingga fasilitas umum.

Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu mengatakan, daerah saat ini telah melewati masa tanggap darurat dan memasuki fase transisi darurat menuju pemulihan.

“Kita sudah melewati masa tanggap darurat dan masuk ke transisi menuju pemulihan. Selanjutnya akan masuk ke tahap rekonstruksi dan rehabilitasi yang dilakukan secara bertahap,” ujar Gus Irawan di Sipirok, Kamis (28/1/2026).

Ia menjelaskan, pada tahap rekonstruksi dan rehabilitasi, Pemkab Tapsel akan memprioritaskan pemulihan mata pencarian masyarakat yang terdampak langsung bencana.

Menurut Gus Irawan, total kerusakan akibat bencana hidrometeorologi tersebut telah dihitung bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan mencapai sekitar Rp2,6 triliun.

Kerusakan mencakup aset pemerintah kabupaten, provinsi, pusat, fasilitas umum, serta lahan pertanian dan perkebunan.

“Rencana Rekonstruksi dan Rehabilitasi Pascabencana (R3PB) juga sudah kami selesaikan,” katanya.

Bagi masyarakat yang kehilangan mata pencarian, Pemkab Tapsel bekerja sama dengan PTPN untuk menyediakan lahan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap), sekaligus membuka peluang pemanfaatan lahan tumpang sari agar warga tetap dapat bercocok tanam.

Gus Irawan mengakui proses pemulihan ini tidak mudah, mengingat sebagian besar warga sebelumnya merupakan petani padi, namun kini diarahkan untuk menanam jagung di lahan PTPN.

“Kami tetap mendorong masyarakat agar produktif dengan menyalurkan bantuan bibit jagung,” ujarnya.

Selain itu, Pemkab Tapsel juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian terkait normalisasi dan reklamasi lahan pertanian yang rusak agar sawah dapat segera ditanami kembali.

“Ini yang terus kami petakan dan laksanakan untuk menghidupkan kembali mata pencarian warga terdampak,” tambahnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Selatan, Muhammad Taufik Batubara, melaporkan kerusakan lahan pertanian akibat bencana dibagi ke dalam tiga kategori, yakni berat, sedang, dan ringan.

Untuk kategori berat, terdapat lahan gagal panen namun masih bisa ditanami kembali seluas 1.352 hektare, serta lahan rusak parah yang tidak dapat dimanfaatkan lagi akibat timbunan material dengan luas mencapai 536 hektare.

Adapun lahan dengan kerusakan sedang tercatat seluas 77 hektare, sementara lahan rusak ringan mencapai 1.053 hektare.

Taufik menambahkan, lahan rusak berat yang masih dapat ditanami akan memperoleh bantuan benih padi sebanyak 25 kilogram per hektare.

“Kami juga menjalankan program dari pemerintah pusat untuk optimalisasi lahan pertanian agar dapat kembali dimanfaatkan oleh petani,” pungkasnya. (ant)

Editor : Editor Satu
#Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu #bencana hdirometeorologi #Pemulihan Lahan