Pembangunan Jalan Sipiongot Tingkatkan Konektivitas Paluta-Tapsel-Labuhanbatu dan Akses Ekonomi Masyarakat
MEDAN, METRODAILY — Pembangunan jalan di kawasan Sipiongot, Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta), akan dilanjutkan pada Maret 2026.
Hal tersebut dikatakan Kabid Perencanaan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumut, Harry Rizal Hasibuan, dalam konferensi pers di Lobby Dekranasda Kantor Gubernur Sumut, Rabu (28/1/2026).
“Target kami pembangunan jalan Sipiongot dimulai Maret 2026, mudah-mudahan dapat segera direalisasikan,” ujar Harry.
Proyek ini termasuk program strategis daerah dengan total panjang jalan dan anggaran sebagai berikut:
- Sipiongot – Batas Labuhanbatu: 16 km, Rp96 miliar
- Sipiongot – Batas Tapanuli Selatan: 12 km, Rp72 miliar
- Hutaimbaru – Sipiongot Paluta: 11,8 km, Rp70,8 miliar
Pembangunan ini sudah lama dinantikan masyarakat karena kondisi jalan yang rusak berat, berlumpur saat hujan, dan sulit dilalui kendaraan.
Harry menambahkan, kawasan Sipiongot sebelumnya tergolong daerah tertinggal, bahkan pada tahun 1980-1990 transportasi hanya bisa dilalui menggunakan kuda.
“Baru kali ini di bawah kepemimpinan Gubernur Pak Bobby, kawasan Jalan Sipiongot akan dibangun. Proyek ini akan mewujudkan pemerataan pembangunan di wilayah yang selama ini terpencil dan tertinggal,” tegas Harry.
Pemerintah berharap pembangunan jalan ini tidak hanya meningkatkan konektivitas antarwilayah Paluta, Tapsel, dan Labuhanbatu, tetapi juga memperlancar akses masyarakat ke pusat layanan kesehatan, pendidikan, dan aktivitas ekonomi.
Proyek sempat terhenti pada 2025 karena proses hukum, namun kini kembali berjalan dengan harapan memberikan manfaat langsung bagi warga. (Rel)
Editor : Editor Satu