HUMBAHAS, METRODAILY – Kementerian Sosial Republik Indonesia mengalokasikan anggaran bantuan sosial pascabencana alam sebesar Rp600 miliar.
Bantuan tersebut diperuntukkan bagi wilayah terdampak di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Hal itu disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam rapat koordinasi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Senin (26/1/2026).
Rapat tersebut diikuti Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), serta para gubernur, bupati, dan wali kota dari daerah terdampak.
Dikutip dari fanpage resmi Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan, Selasa (27/1/2026), bantuan sosial yang disiapkan mencakup sejumlah skema.
Untuk perlindungan dan jaminan sosial, Kemensos menyiapkan buffer stock logistik, beras, sembako, serta santunan bagi ahli waris korban meninggal dunia.
Selain itu, pada aspek rehabilitasi sosial, bantuan meliputi pemenuhan nutrisi, obat-obatan, dan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana.
Sementara pada aspek pemberdayaan sosial, pemerintah menyiapkan program penguatan ekonomi guna membantu pemulihan kehidupan korban bencana.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa realisasi penyaluran bantuan sosial tersebut sangat bergantung pada kelengkapan dan keakuratan data yang disampaikan oleh pemerintah daerah.
“Pemerintah daerah diminta segera menuntaskan pendataan agar bantuan dapat disalurkan secara cepat, tepat, transparan, dan akuntabel,” tegas Saifullah Yusuf.
Terkait pendataan penerima bantuan sosial pascabencana di Kabupaten Humbang Hasundutan, Kepala Dinas Sosial Humbahas Rambe Manalu mengatakan bahwa proses pendataan masih berlangsung.
“Data dari Dinsos masih on process dan belum final,” ujar Rambe Manalu saat dikonfirmasi, Selasa (27/1/2026).
Ia menambahkan, pihaknya berupaya memastikan data yang akan disampaikan ke Kementerian Sosial benar-benar akurat dan mutakhir.
Hal ini penting agar penanganan pascabencana, termasuk penyaluran bantuan sosial, dapat berjalan optimal demi pemulihan kehidupan masyarakat terdampak. (net)
Editor : Editor Satu