Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Penarik Becak Kembali Bisa Melihat Berkat Operasi Katarak Gratis PTAR

Editor Satu • Rabu, 28 Januari 2026 | 13:40 WIB
Aohasi Halawa (duduk paling kanan) tersenyum setelah berhasil menjalani operasi katarak gratis PTAR di RS Mata Mencirim, Medan, Senin (26/1/2026).
Aohasi Halawa (duduk paling kanan) tersenyum setelah berhasil menjalani operasi katarak gratis PTAR di RS Mata Mencirim, Medan, Senin (26/1/2026).

MEDAN, METRODAILY – Cahaya kembali ke mata Aohasi Halawa, 40, seorang penarik becak asal Percut Sei Tuan, Deliserdang, Sumatera Utara.

Setelah setahun kehilangan penglihatan akibat katarak, Aohasi kini kembali menatap dunia dengan mata kiri, hanya sehari setelah dioperasi di RS Mata Mencirim 77, Medan, melalui program Operasi Katarak Gratis Tambang Emas Martabe --yang dikelola PT Agincourt Resources--, Senin (26/1/2026).

“Puji Tuhan. Sekarang saya bisa melihat lagi,” ucap Aohasi, penuh semangat, saat penutupan rangkaian Operasi Katarak Gratis Tambang Emas Martabe.

Ia bercerita, sudah setahun lebih menderita katarak. Meski pandangan sudah kabur seperti kaca jendela yang diselimuti embun, ia tetap memaksakan diri bekerja mencari nafkah dengan menarik becak. 

Namun Agustus 2025 menjadi titik terburuk—pandangannya gelap total. Becak yang biasa dikayuhnya pun terpaksa ditinggalkan.

Mendengar ada operasi katarak gratis PTAR, ia pun mendaftar. Operasi dilakukan pada Minggu (25/1/2026). Sehari kemudian, Senin (26/1/2026), Aohasi sudah bisa melihat terang.

“Senin sudah jelas,” katanya sambil tersenyum. “Tapi dokter bilang harus dijaga. Jangan kena debu, angin, atau sinar matahari langsung.”

Ia bertekad patuh. Bukan karena takut, melainkan karena tahu betul nilai dari cahaya yang baru saja kembali. Baginya, penglihatan bukan sekadar fungsi tubuh, melainkan pintu menuju kemandirian.

“Dokter sudah melakukan yang terbaik. Sebagai pasien, saya sangat bersyukur," ujarnya. 

"Terimakasih kepada PTAR yang me jadi sponsor. Semoga selalu jaya dan makmur,” doanya tulus. 

Cristine Pepah, Manager Community Development PTAR, meneteskan obat mata ke mata pasien pascaoperasi katarak gratis dari PTAR.
Cristine Pepah, Manager Community Development PTAR, meneteskan obat mata ke mata pasien pascaoperasi katarak gratis dari PTAR.

Operasi katarak ini menjadi penutup rangkaian program 2025 PT Agincourt Resources (PTAR) setelah sebelumnya terpaksa tertunda akibat bencana banjir dan longsor di Batang Toru pada November 2025. 

“Sejak November, sekitar 111 pasien di Medan dan sekitarnya sudah terdaftar. Januari 2026 menjadi wujud kami menepati janji,” ujar Cristine Pepah, Manager Community Development PTAR.

Sepanjang 2025, operasi katarak digelar di lima rumah sakit di Sumatera Utara, memulihkan 1.465 mata pada 1.357 pasien. Sejak pertama kali digelar pada 2011, total 13.638 mata pada 12.041 pasien telah dioperasi, menjangkau warga dari Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Padang Lawas, hingga Nias.

Mengapa PTAR terus memilih program Operasi Katarak Gratis?

Menurut Cristine, PTAR menjadikan operasi katarak sebagai program prioritas karena dampaknya langsung terhadap produktivitas dan kualitas hidup masyarakat.

“Mata adalah indera yang sangat vital. Ketika penglihatan terganggu, produktivitas hidup juga ikut turun,” katanya.

Selain operasi katarak, PTAR juga menjalankan berbagai program kesehatan lainnya, seperti pengobatan gratis di wilayah pedalaman, kerja sama dengan dinas kesehatan daerah, serta pembukaan layanan dokter spesialis gratis di Puskesmas Batang Toru.

Cristine menegaskan, seluruh program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) sebagaimana diatur dalam regulasi pertambangan nasional.

“Ini bukan hanya nilai korporasi, tetapi juga bentuk kepatuhan kami terhadap aturan negara. Program pengembangan masyarakat adalah kewajiban yang harus dijalankan,” ujarnya.

Aohasi Halawa, memberi kesaksian soal matanya yang pulih pascaoperasi katarak gratis.
Aohasi Halawa, memberi kesaksian soal matanya yang pulih pascaoperasi katarak gratis.

Dari hasil evaluasi, PTAR mencatat sejumlah masukan penting, terutama terkait perawatan pascaoperasi. Pendampingan keluarga dinilai krusial untuk mencegah risiko infeksi dan memastikan proses pemulihan berjalan optimal.

“Ke depan, kami perkuat edukasi kepada pasien dan keluarga, termasuk kewajiban pendamping yang mampu berkomunikasi dengan baik, agar perawatan pascaoperasi benar-benar terjaga,” jelas Cristine.

Ia menambahkan, PTAR terus melakukan perbaikan berkelanjutan dalam pelaksanaan program, mulai dari proses seleksi pasien, edukasi praoperasi, hingga peningkatan koordinasi dengan rumah sakit dan tenaga medis.

“Keselamatan dan kepuasan pasien adalah prioritas tertinggi kami,” tegasnya.

Cristine berharap program operasi katarak gratis dan layanan kesehatan lainnya dapat terus berlanjut pada 2026, seiring kelancaran operasional perusahaan dan dukungan semua pihak.

Dampak yang Terlihat

Dinas Kesehatan Sumatera Utara menilai program ini memberi dampak nyata terhadap kualitas hidup masyarakat. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumut, Novi Saragih, mewakili Kadinkes Sumut menyebut, katarak tak hanya mengganggu penglihatan, tetapi juga membatasi ruang gerak dan kemandirian seseorang.

“Operasi katarak telah mengubah keterbatasan menjadi senyuman. Pasien kembali melihat dan kembali beraktivitas," kata Novi.

Menurut data Dinkes, pada 2024 saja tercatat 1.602 mata telah dioperasi melalui program serupa. Katarak umumnya mengancam kelompok usia di atas 40 tahun, sehingga intervensi dini menjadi krusial untuk menjaga produktivitas masyarakat.

Direktur Rumah Sakit Khusus Mata (RSKM) Mencirim 77 Medan, dr. Syarifuddin A, Sp.M., menekankan bahwa pelaksanaan Operasi Katarak Gratis oleh PT Agincourt Resources (PTAR) telah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Sumatera Utara. 

"Program ini resmi ditutup di Medan pada 26 Januari 2026. Keberhasilan program ini tak lepas dari sinergi antara rumah sakit dan PTAR, termasuk perbaikan berkelanjutan dalam proses operasional dan perawatan pasien," katanya.

RS Mata Mencirim, kata dia, selalu memastikan pasien mendapatkan pelayanan optimal, termasuk edukasi praoperasi agar pasien dan pendampingnya memahami proses tindakan medis.

"Kunci kesuksesan program bukan hanya pada tindakan medis, tetapi juga perawatan pascaoperasi dan kepuasan pasien. Keselamatan dan kepuasan pasien menjadi titik tertinggi dari kegiatan kami,” katanya.

Ia berharap program operasi katarak ini terus berkembang sehingga semakin banyak masyarakat yang mendapatkan manfaat. "Operasi dasar seperti ini hendaknya diperbanyak, karena dampaknya langsung terhadap kualitas hidup dan produktivitas masyarakat,” tuturnya. (Mea)

 

 

Editor : Editor Satu
#Tambang Emas Martabe #operasi katarak gratis #Agincourt Resources