JAKARTA, METRODAILY — Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution meminta seluruh kabupaten/kota terdampak bencana di Sumut segera menyelesaikan dua dokumen utama sebagai syarat percepatan pemulihan pascabencana, yakni Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) serta data By Name By Address (BNBA).
Kedua dokumen tersebut menjadi dasar pemerintah pusat dalam menyalurkan berbagai bantuan kepada korban banjir dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025, mulai dari dana tunggu hunian (DTH), stimulus ekonomi, pembangunan hunian tetap (huntap), hingga bantuan mebeler rumah dan bantuan pendukung lainnya.
Bobby Nasution menegaskan, hingga saat ini masih terdapat dua daerah yang belum merampungkan dokumen R3P. Ia meminta agar penyusunan data tersebut segera diselesaikan secara cepat dan akurat.
“Buat datanya secepat dan setepat mungkin. Sebentar lagi Ramadan, kita ingin masyarakat nyaman beribadah. Kemudian Idulfitri, kita tidak mau masyarakat kita masih dalam situasi bencana saat Hari Raya,” ujar Bobby saat memimpin rapat di Aula Kantor Badan Penghubung Provinsi Sumut, Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Untuk memastikan keakuratan dan validitas data, Bobby meminta pemerintah kabupaten/kota berkolaborasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk TNI, Polri, dan Kejaksaan, serta melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam proses verifikasi.
“Berkolaborasi dengan Forkopimda agar data benar secara administrasi dan tidak menimbulkan persoalan hukum. Setelah itu diverifikasi BPS. Karena itu, kita harus bekerja lebih cepat,” tegasnya.
Rapat percepatan pemulihan pascabencana tersebut dihadiri seluruh kepala daerah yang wilayahnya terdampak, di antaranya Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar P Hutabarat, Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, serta sejumlah bupati dan wali kota lainnya.
Hadir pula organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dari Pemprov Sumut dan pemerintah kabupaten/kota. (H15/Dis)
Editor : Editor Satu