MEDAN, METRODAILY – Syamsir Alam Nasution, pasien penderita batu empedu, membagikan pengalamannya menjalani perawatan hingga operasi di Rumah Sakit Umum (RSU) Madani Medan, Jumat (23/1/2025).
Syamsir mengungkapkan, keluhan awal yang dirasakannya berupa nyeri pada bagian perut, khususnya di area perut bagian atas.
Rasa sakit tersebut kerap berpindah-pindah, disertai sensasi panas dan nyeri di bagian tengah perut yang sekilas menyerupai gejala maag.
“Rasanya nyeri di perut atas, kadang berpindah, kadang terasa panas dan menusuk. Kalau kambuh, malam hari sampai tidak bisa tidur,” ungkapnya.
Menurut Syamsir, nyeri akibat batu empedu tidak dirasakan terus-menerus, melainkan datang pada waktu-waktu tertentu.
Namun, seiring berjalannya waktu dan hasil pemeriksaan lanjutan, dokter menyatakan bahwa tindakan operasi menjadi langkah medis yang harus ditempuh.
Ia kemudian menjalani operasi batu empedu di RSU Madani Medan. Selama proses perawatan, Syamsir mengaku mendapatkan pelayanan yang baik dari tenaga medis.
“Dokternya ramah dan komunikatif. Saat akan masuk ruang operasi, dokter memberi semangat dengan bahasa yang menenangkan,” katanya.
Syamsir juga menceritakan bahwa sebelum tindakan pembiusan, dokter terlebih dahulu menjelaskan reaksi obat bius yang akan dirasakan pasien agar tidak menimbulkan rasa takut.
“Dokter menjelaskan obat bius akan terasa kebas mulai dari kaki, naik ke dada, dan mungkin terasa agak sesak, tapi itu hanya perasaan saja karena napas tetap normal,” ujarnya menirukan penjelasan dokter.
Operasi berlangsung lancar dan dinyatakan berhasil. Saat ini, Syamsir mengaku kondisi kesehatannya berangsur membaik setelah menjalani perawatan pascaoperasi di RSU Madani Medan.
“Alhamdulillah, setelah operasi kondisi saya semakin membaik,” tutupnya. (Sya)
Editor : Editor Satu