Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Bukan Harimau, Ini Fakta Satwa Mati Terlindas di Jembatan Sisera-sera Parapat

Editor Satu • Selasa, 27 Januari 2026 | 10:10 WIB
Warga dan petugas kepolisian melihat bangkai macan akar yang mati terlindas kendaraan di sekitar Jembatan Sisera-sera, Parapat, Simalungun.
Warga dan petugas kepolisian melihat bangkai macan akar yang mati terlindas kendaraan di sekitar Jembatan Sisera-sera, Parapat, Simalungun.

SIMALUNGUN, METRODAILY – Video yang menarasikan seekor anak harimau mati terlindas kendaraan di sekitar Jembatan Sisera-sera, Parapat, Kabupaten Simalungun, viral di media sosial. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara memastikan informasi tersebut tidak benar.

Kepala BBKSDA Sumut, Novita Kusuma Wardani, menegaskan satwa yang mati terlindas tersebut bukan harimau Sumatera, melainkan macan akar atau kucing hutan.

“Sudah dicek oleh petugas BBKSDA. Satwa tersebut bukan harimau Sumatera, tetapi macan akar,” kata Novita saat dikonfirmasi, Minggu (25/1/2026).

Dalam video yang beredar, tampak sejumlah warga dan petugas kepolisian berada di pinggir jalan. Di lokasi terlihat bangkai satwa yang telah hancur akibat terlindas kendaraan.

Pengunggah video menyebut kejadian tersebut terjadi di sekitar Jembatan Sisera-sera, Kecamatan Girsang Sipanganbolon.

Narasi dalam unggahan menyebutkan, sebelum kejadian warga melihat tiga ekor harimau menyeberang jalan, terdiri dari satu induk dan dua anak.

Satu anak disebut mati terlindas, sementara induk dan satu anak lainnya melarikan diri ke area semak-semak dan perladangan warga.

Menindaklanjuti informasi tersebut, BBKSDA Sumut langsung menurunkan petugas ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan identifikasi satwa.

Hasil pemeriksaan memastikan bahwa satwa yang mati tersebut merupakan macan akar, jenis kucing hutan yang kerap disalahartikan sebagai anak harimau karena kemiripan pola tubuh dan warna bulunya.

BBKSDA Sumut mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama terkait satwa dilindungi, karena dapat menimbulkan kepanikan dan kesalahpahaman di tengah masyarakat. (dtc)

Editor : Editor Satu
#tewas terlindas #Macan akar #anak harimau