Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Burnout Diam-diam Mengancam Kesehatan Mental Ibu Rumah Tangga

Editor Satu • Kamis, 22 Januari 2026 | 09:00 WIB

 

Burnout merupakan kondisi kelelahan fisik dan mental yang terjadi secara terus-menerus, bukan sekadar rasa lelah biasa.
Burnout merupakan kondisi kelelahan fisik dan mental yang terjadi secara terus-menerus, bukan sekadar rasa lelah biasa.

SIBOLGA, METRODAILY – Burnout atau kelelahan mental dan fisik secara berkepanjangan diam-diam mengancam kesehatan mental ibu rumah tangga.

Kondisi ini kerap luput dari perhatian karena peran ibu rumah tangga masih sering dianggap sebagai kewajiban yang harus dijalani tanpa keluhan.

Padahal, tekanan yang terus berlangsung dapat berdampak serius terhadap kondisi psikologis.

Hal tersebut disampaikan Psikolog RSU FL Tobing Kota Sibolga, dr. Elin Manalu, saat menjadi narasumber dalam kegiatan arisan rutin Dharma Wanita Persatuan, di Aula Lantai 2 LPP RRI Sibolga, Kamis (15/1/2026).

Dalam pemaparannya, dr. Elin menjelaskan bahwa burnout merupakan kondisi kelelahan fisik dan mental yang terjadi secara terus-menerus, bukan sekadar rasa lelah biasa.

“Burnout bisa muncul ketika seseorang berada dalam tekanan yang berlangsung lama tanpa cukup waktu untuk pemulihan,” ujar Elin.

Ia mengungkapkan sejumlah faktor yang dapat memicu burnout pada ibu rumah tangga.

Di antaranya tuntutan untuk menjadi ibu yang sempurna, tanggung jawab ganda dalam mengurus rumah tangga dan keluarga, minimnya waktu untuk diri sendiri (me time), kurangnya penghargaan, serta perasaan tidak puas terhadap peran yang dijalani.

Selain faktor penyebab, dr. Elin juga memaparkan ciri-ciri ibu rumah tangga yang mengalami burnout.

Gejalanya meliputi rasa lelah berkepanjangan, perasaan kewalahan, sering menyalahkan diri sendiri, munculnya rasa cemas dan sedih, hingga perasaan terjebak dalam rutinitas harian.

Menurutnya, kondisi tersebut kerap disertai dengan perubahan perilaku sosial.

“Ibu rumah tangga yang mengalami burnout biasanya mulai menarik diri dari lingkungan sosial dan enggan berinteraksi,” jelasnya.

Untuk itu, dr. Elin mengimbau agar keluarga dan lingkungan sekitar lebih peka terhadap kondisi psikologis ibu rumah tangga.

Dukungan emosional dari pasangan, anak, dan lingkungan dinilai sangat penting untuk menjaga kesehatan mental.

“Kesehatan mental ibu rumah tangga adalah fondasi kesehatan keluarga. Jika ibu sehat secara mental, maka keluarga pun akan lebih kuat,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut diikuti oleh sejumlah anggota Dharma Wanita Persatuan dan menjadi sarana edukasi tentang pentingnya kesadaran kesehatan mental di lingkungan keluarga. (net)

Editor : Editor Satu
#burnout