Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Aroma Menyengat Ganggu Pengguna Jalan Laowomaru di Gunungsitoli

Leo Sihotang • Selasa, 20 Januari 2026 | 13:37 WIB
Aroma Menyengat Ganggu Pengguna Jalan Laowomaru di Gunungsitoli.
Aroma Menyengat Ganggu Pengguna Jalan Laowomaru di Gunungsitoli.

GUNUNGSITOLI, METRODAILY- Jalan Laowomaru yang selama ini dikenal sebagai jalur favorit karena sejuk dan nyaman yang menghubungkan Kota Gunungsitoli dengan Telukdalam, Kabupaten Nias Selatan, kini tercemar bau menyengat.

Aroma tak sedap tersebut diduga berasal dari bangkai serta tumpukan sampah yang dibuang ke laut oleh orang tak dikenal (OTK), sehingga mengganggu kenyamanan para pengguna jalan.


Aroma tak sedap itu tercium cukup kuat, terutama pada siang hingga sore hari. Kondisi tersebut membuat pengguna jalan merasa terganggu saat melintas di kawasan pesisir tersebut.

“Baunya sangat menyengat, apalagi siang sampai sore. Kami yang melintas, baik pakai motor maupun mobil, terpaksa mempercepat laju kendaraan karena tidak tahan,” ujar Ridho, salah seorang warga, saat diwawancarai Wartawan , Minggu (18/1/2026).

Selain bau bangkai, warga juga menemukan tumpukan sampah rumah tangga seperti plastik, sisa makanan, dan limbah lainnya yang mengapung di laut sekitar Jalan Laowomaru. Sampah tersebut diduga sengaja dibuang oleh oknum tak bertanggung jawab yang memanfaatkan kondisi kawasan yang relatif sepi.

Warga mengaku resah karena Jalan Laowomaru selama ini kerap dijadikan tempat berteduh dan beristirahat oleh masyarakat maupun pengendara yang melintas, baik saat cuaca panas maupun hujan.

Masyarakat pun berharap Pemerintah Kota Gunungsitoli segera turun tangan menangani permasalahan tersebut. Mereka meminta adanya penertiban serta penindakan tegas terhadap pelaku pembuangan sampah sembarangan sesuai aturan yang berlaku.

Jika dibiarkan, warga khawatir pencemaran tersebut akan semakin merusak lingkungan, berdampak pada kesehatan masyarakat, serta mencoreng citra Kota Gunungsitoli. Warga berharap kawasan yang sebelumnya asri dan sejuk itu dapat kembali bersih dan nyaman seperti sediakala. (Yud)

Editor : Leo Sihotang