JAKARTA, METRODAILY – Kolaborasi Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan PT Hutama Karya (Persero) mempercepat pemulihan konektivitas jalan nasional Tarutung–Sibolga, Sumatera Utara, melalui penanganan darurat titik-titik kritis pascabencana, termasuk kawasan rawan Batu Lubang.
Pemulihan dilakukan pada koridor jalan nasional Tarutung–Sibolga yang menjadi jalur vital mobilitas masyarakat. Penanganan menyasar titik putus di STA 16+050 kawasan Batu Lubang, serta puluhan lokasi rawan lainnya yang sempat mengganggu akses transportasi warga.
Baca Juga: Kejari Dairi Eksekusi Uang Pengganti Rp592 Juta Kasus Korupsi Bilik Sterilisasi Covid
Koridor Tarutung–Sibolga saat ini berada dalam penanganan darurat jasa rancang bangun jalan dan jembatan sepanjang 60,40 kilometer, dengan total 103 titik penanganan. Titik-titik tersebut terdiri atas 76 lokasi longsor tebing, 22 lokasi jalan amblas, dan 5 lokasi jalan putus.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan percepatan pemulihan konektivitas dilakukan sejak awal kejadian bencana melalui balai-balai teknis Kementerian PU di seluruh provinsi. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) dan Balai Wilayah Sungai (BWS) menjadi garda terdepan dalam memastikan akses transportasi dan konektivitas antarwilayah segera pulih.
“Kementerian PU memiliki balai teknis di seluruh provinsi di Indonesia. Sehingga ketika terjadi bencana, kami sudah bergerak lebih dulu. Di setiap bencana, kita upayakan hadir secepat mungkin,” ujar Menteri Dody dalam Media Briefing di Kementerian PU, Jumat (16/1/2026).
Baca Juga: Sat Lantas Polres Sibolga Edukasi Siswa SMPN 2 Soal Disiplin Lalu Lintas
Batu Lubang Disiapkan Penanganan Permanen
Pada titik rawan Batu Lubang, Kementerian PU menyiapkan penanganan menyeluruh dengan dua pendekatan sekaligus, yakni menjaga akses sementara tetap berfungsi dan menyiapkan desain permanen sejak awal. Untuk titik putus STA 16+050, telah disusun opsi realinyemen jalur agar koridor tidak lagi melewati Batu Lubang dan menghindari potensi bottle neck di masa mendatang.
Sementara itu, pembukaan dan pembersihan akses juga dilakukan pada Ruas 2 STA 16+800 dan STA 19+225, guna memastikan mobilitas warga tetap terjaga selama masa transisi pemulihan.
Pelaksanaan pekerjaan dibagi ke dalam dua zona untuk meningkatkan efektivitas pengawasan dan pengendalian mutu. Zona 1 menangani 42 titik, sedangkan Zona 2 menangani 61 titik, dengan prioritas pada lokasi yang paling berdampak terhadap keselamatan dan kelancaran lalu lintas.
Baca Juga: Bupati Batu Bara Resmi Buka Pesta Tapai 2026, Dongkrak Budaya dan Ekonomi UMKM
Salah satu fokus penanganan berada di lokasi longsor Desa Simaninggir, dengan pemulihan akses sepanjang kurang lebih 1 kilometer. Untuk mendukung pekerjaan tersebut, dimobilisasi alat berat berupa empat unit excavator, satu unit vibro, dan satu unit dozer, dengan metode bertahap menyesuaikan kondisi cuaca dan karakter tanah.
Dari sisi lalu lintas, ruas Tarutung–Sibolga sebelumnya melayani Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR) sekitar 16.362 kendaraan. Data ini menjadi dasar penting dalam perencanaan pemulihan agar aspek keselamatan dan kelancaran arus kendaraan tetap terjamin saat akses kembali difungsikan.
Warga setempat, Abdul (44), mengapresiasi percepatan pemulihan akses sejak Hutama Karya terlibat di lapangan.
Baca Juga: Brimob dan PMI Operasikan Dapur Lapangan dan Perbaiki Masjid di Aek Ngadol
“Akses jalan yang sebelumnya tertutup, sejak HK datang alhamdulillah orang sudah bisa lewat. Kegiatan kehidupan sehari-hari sudah bisa normal lagi,” ujarnya.
Sementara itu, Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mendukung kolaborasi dengan Kementerian PU dalam pemulihan pascabencana.
“Prioritas utama adalah memastikan akses kembali aman. Kerja bersama lintas pihak perlu dijaga agar pemulihan berjalan tepat waktu dan manfaatnya cepat dirasakan masyarakat,” tutupnya. (rel)
Editor : Editor Satu