SIBOLGA, METRODAILY – Wali Kota Sibolga Akhmad Syukri Nazry Penarik secara resmi melepas 30 petugas lapangan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) untuk melakukan pendataan warga dan infrastruktur terdampak bencana di Kota Sibolga.
Para petugas tersebut merupakan mahasiswa magang Politeknik Statistika STIS Jakarta yang akan diterjunkan di dua kecamatan, yakni Kecamatan Sibolga Utara dan Kecamatan Sibolga Selatan.
Sebanyak 20 petugas akan melakukan pendataan di Kelurahan Huta Tonga-tonga dan Kelurahan Angin Nauli, Kecamatan Sibolga Utara, sementara 10 petugas lainnya ditugaskan di Kelurahan Aek Manis, Kecamatan Sibolga Selatan.
Baca Juga: Dini Hari Berdarah di Kafe Lotta, Pengunjung Tewas Ditikam
Petugas R3P bertugas mendata kondisi warga saat dan setelah bencana, serta menginventarisasi kerusakan infrastruktur dan kebutuhan pemulihan yang mendesak di wilayah terdampak.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Sibolga, Iriansyah Harahap, dalam laporannya menyampaikan bahwa para mahasiswa akan bekerja selama 12 hingga 14 hari ke depan.
“Sebanyak 30 mahasiswa magang ini tiba di Sibolga pada Kamis (15/1/2026) malam. Mereka akan melaksanakan pendataan di tiga kelurahan dan dua kecamatan,” ujar Iriansyah.
Ia menekankan pentingnya pendampingan kepala lingkungan dan lurah selama proses pendataan agar data yang dihasilkan valid dan akurat, mengingat hasil pendataan tersebut akan menjadi dasar kebijakan pemerintah pusat.
Baca Juga: Genjot Pariwisata Danau Toba, Pemkab Simalungun Siapkan 7 Event Wisata di Parapat 2026
“Keberhasilan pendataan ini akan menentukan kebijakan pemerintah pusat terhadap masyarakat Sibolga yang terdampak bencana,” tegasnya.
Selain mendatangi rumah-rumah warga, para petugas juga direncanakan meninjau lokasi pengungsian untuk melihat langsung kondisi korban bencana sebagai bagian dari percepatan pemulihan pascabencana.
Secara nasional, BPS dan STIS menerjunkan 510 mahasiswa yang disebar ke tiga provinsi terdampak bencana. Untuk Sumatera Utara, sebanyak 180 mahasiswa diterjunkan, dengan rincian 30 orang di Sibolga, 30 di Tapanuli Selatan, 30 di Tapanuli Utara, 20 di Mandailing Natal, dan 100 orang di Tapanuli Tengah.
Baca Juga: Pria Lansia Ditemukan Tewas di Pinggir Sungai Bah Bolon, Polisi Selidiki Dugaan Bunuh Diri
Turut hadir dalam kegiatan pelepasan tersebut Wakil Wali Kota Sibolga Pantas Maruba Lumban Tobing, perwakilan BPS Sumut Nizaruddin, Dosen Politeknik Statistika STIS Jakarta Timbang Sirait, perwakilan BNPB Pusat Adelina Dwi Agus Antini, perwakilan Polres Sibolga AKP Agus Adhitama, serta perwakilan Kementerian PUPR La Ode Muhammad Thalib.
Dalam sambutannya, Wali Kota Sibolga kembali menegaskan pentingnya pendataan yang akurat dan terverifikasi melalui pendampingan aparat kelurahan dan lingkungan.
“Data yang valid sangat dibutuhkan agar kebijakan yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan berkelanjutan dalam jangka panjang,” ujar Syukri.
Baca Juga: Jalan Vital di Haranggaol Longsor, Bupati Simalungun Perintahkan Penanganan Cepat
Ia menambahkan, ketersediaan data yang akurat akan menjadi fondasi pemerintah dalam menyusun program rehabilitasi, rekonstruksi infrastruktur, dan pemulihan ekonomi di wilayah terdampak bencana.
“Saya mengajak seluruh pihak untuk mendukung penuh proses pendataan ini agar berjalan lancar dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” pungkasnya. (ts)
Editor : Editor Satu