Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Jalan Tarutung–Sibolga Kembali Bisa Dilalui Usai Banjir dan Longsor, Hutama Karya Kerahkan 72 Personel

Editor Satu • Rabu, 14 Januari 2026 | 12:40 WIB
Alat berat milik PT Hutama Karya membersihkan material longsor di ruas jalan nasional Tarutung–Sibolga pascabanjir dan longsor di Sumatera Utara.
Alat berat milik PT Hutama Karya membersihkan material longsor di ruas jalan nasional Tarutung–Sibolga pascabanjir dan longsor di Sumatera Utara.

TAPUT, METRODAILY — Ruas jalan nasional Tarutung–Sibolga yang sempat terdampak banjir dan longsor di Provinsi Sumatera Utara kini berangsur pulih dan kembali dapat dilalui.

Pemulihan akses tersebut dilakukan melalui penanganan tanggap darurat oleh PT Hutama Karya (Persero) atas penugasan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Langkah cepat ini dilakukan untuk membuka kembali akses jalan sekaligus menjaga konektivitas antarwilayah agar aktivitas masyarakat dan distribusi logistik dapat berjalan normal.

Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, mengatakan percepatan penanganan menjadi prioritas utama dalam kondisi darurat bencana.

“Dalam situasi darurat, Kementerian PU bergerak cepat bersama Hutama Karya melakukan mobilisasi personel dan peralatan ke lokasi terdampak untuk membuka kembali akses jalan. Ini penting agar mobilitas masyarakat dan distribusi logistik bisa kembali berjalan secara bertahap,” ujar Mardiansyah, Senin (12/1/2026).

Ia menjelaskan, aksi tanggap darurat Kementerian PU bersama Hutama Karya telah dilakukan sejak awal Desember 2025 dan masih berlanjut hingga saat ini, guna membantu masyarakat terdampak agar dapat kembali beraktivitas secara normal.

Fokus Pemulihan Ruas Strategis Tarutung–Sibolga

Di Sumatera Utara, Hutama Karya dipercaya menangani satu paket tanggap darurat sektor Bina Marga pada ruas Tarutung–Sibolga.

Ruas ini melintasi wilayah Adiankoting, Meranti, Simpang 3 Rampa, Mardame, Pagaran Lambung II, Dolok Nauli, hingga Kecamatan Sitahuis.

Jalan sepanjang 69 kilometer tersebut merupakan jalur strategis yang menghubungkan Kabupaten Tapanuli Utara, sebagian Tapanuli Tengah, hingga Kota Sibolga, sehingga memiliki peran vital dalam mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi.

Dalam penanganan tersebut, Hutama Karya mengerahkan 72 personel, yang terdiri dari tim pelaksana, HSE, operator alat berat, serta tenaga pendukung lainnya.

Berbagai peralatan berat juga dikerahkan, di antaranya excavator PC300 dan PC200, wheel loader, dump truck, bulldozer, smooth vibro roller, alat bor log, steel sheet pile, serta trado trailer.

Selama proses penanganan, tim menghadapi tantangan cuaca yang tidak menentu dan medan yang berat.

Untuk itu, metode kerja dan penempatan alat berat dilakukan secara bertahap dengan pengamanan area kerja serta pengaturan lalu lintas sementara guna mengutamakan keselamatan pengguna jalan.

Adapun pekerjaan yang dilakukan meliputi pembersihan material longsor dari badan jalan, pelebaran badan jalan, pembukaan akses jalan tertimbun, pekerjaan galian dan saluran air di sekitar jembatan, pemasangan safety line, serta pembuatan matras di sejumlah titik rawan.

Selain itu, Hutama Karya juga melakukan pengambilan data LiDAR dan investigasi tanah (soil investigation) di 103 titik untuk mendukung pemetaan kondisi lapangan sebagai dasar penanganan lanjutan.

Seiring berjalannya penanganan darurat, akses ruas Tarutung–Sibolga kini kembali dapat dimanfaatkan masyarakat.

Pemulihan ini berdampak langsung pada kelancaran mobilitas harian, pemulihan aktivitas ekonomi, serta distribusi kebutuhan pokok di wilayah terdampak bencana.

“Penanganan darurat ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Hutama Karya dalam memperkuat ketahanan infrastruktur jalan di wilayah rawan bencana. Pembukaan kembali akses menjadi langkah awal sebelum penanganan permanen dilakukan,” tutup Mardiansyah. (Rel)

Editor : Editor Satu
#hutama karya #distribusi logistik #Jalan Tarutung Sibolga