SIMALUNGUN, METRODAILY — Kabupaten Simalungun segera memiliki pasar induk modern berkapasitas sekitar 1.000 kios yang akan dibangun di lahan eks Gedung Olahraga (GOR) Jalan Asahan Km 7, Kecamatan Siantar.
Proyek strategis ini direncanakan berdiri di atas lahan seluas 6,5 hektare dengan total luas bangunan 34.311 meter persegi.
Pembangunan pasar induk tersebut tidak menggunakan dana APBD, melainkan melalui skema kerja sama investasi selama 25 tahun.
Hal ini disampaikan Direktur Utama Perumda Agromadear Kabupaten Simalungun, Tri Dharma Sipayung, saat Wakil Bupati Simalungun Benny Gusman Sinaga melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Perumda Agromadear di Jalan Medan, Kecamatan Tapian Dolok, Senin (12/1).
Sidak dilakukan untuk melihat langsung kondisi fisik kantor, fasilitas pendukung, hingga kelengkapan dokumen legalitas perusahaan daerah tersebut.
Dalam kunjungannya, Benny menilai Perumda Agromadear belum menunjukkan perkembangan signifikan, sehingga pembenahan internal dinilai mendesak.
“Pembenahan manajemen, administrasi, dan legalitas tidak bisa ditunda. Jika ingin menarik investor, Perumda harus siap dan profesional,” tegas Benny.
Tri Dharma Sipayung mengakui masih terdapat sejumlah kendala internal, termasuk lemahnya pengamanan kantor dan tata kelola yang belum optimal.
Meski demikian, Perumda Agromadear tetap menjalankan program pelayanan publik, salah satunya pasar murah keliling yang telah menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Simalungun.
Terkait rencana pembangunan pasar induk, Tri Dharma menjelaskan proyek tersebut direncanakan mulai tahun 2026.
Pasar induk akan dibagi ke dalam tiga blok, mencakup area pasar kering dan pasar basah, sehingga diharapkan mampu menjadi pusat distribusi dan perdagangan skala regional.
“Pada prinsipnya investor sudah siap bekerja sama. Mereka hanya menunggu kelengkapan legalitas. Begitu lengkap, pembangunan bisa langsung dimulai,” ujar Tri Dharma.
Ia menambahkan, lahan eks GOR Jalan Asahan Km 7 telah resmi diserahkan kepada Perumda Agromadear sebagai aset perusahaan, sehingga total aset Perumda mencapai 6,5 hektare.
Namun, kondisi investasi di Simalungun saat ini membuat investor masih bersikap hati-hati.
Perumda Agromadear, lanjut Tri Dharma, juga telah meminta arahan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, yang merekomendasikan agar proyek pasar induk ini dimasukkan ke dalam skema Investment Project Ready to Offer (IPRO), baik untuk penanaman modal dalam negeri maupun asing.
Selain persoalan investasi, Perumda Agromadear juga menghadapi masalah kelembagaan, setelah dua dari tiga pengurus yang dilantik mengundurkan diri.
Menyikapi hal itu, Wakil Bupati Simalungun menegaskan agar pembenahan organisasi segera dilakukan.
“Kalau ingin investor masuk, kita harus siap. Legalitas harus lengkap, manajemen rapi, dan kinerja jelas,” kata Benny.
Melalui sidak tersebut, Pemkab Simalungun berharap Perumda Agromadear dapat bertransformasi menjadi BUMD yang sehat, profesional, dan berdaya saing, sekaligus mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. (esa)
Editor : Editor Satu