Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Kapolres Madina Baru Diharapkan Berantas Narkoba dan Kejahatan Lingkungan

SAMMAN • Selasa, 13 Januari 2026 | 21:25 WIB
AKBP Bagus Priandy dalam sambutan tugas di Kabupaten Madina. (Ist)
AKBP Bagus Priandy dalam sambutan tugas di Kabupaten Madina. (Ist)

MADINA, METRODAILY-AKBP Bagus Priandy hari ini, Senin (12/1/2026), memulai tugas baru sebagai Kepala Kepolisian Resort Mandailing Natal. Dan diharapkan menuntaskan persoalan narkoba, kejahatan lingkungan dan kejahatan seksual yang marak di daerah ini.

Ketua Ikatan Pemuda Mandailing (IPM), Tan Gozali Nasution menyambut senang dengan pergantian pimpinan korps bhayangkara di Kabupaten Mandailing Natal, ini. Dan berharap, keseriusan polisi dalam memberantas narkoba.

"Sebagai pemuda Mandailing. Kita siap berkolaborasi kalau polisi mau. Karena persoalan narkoba di Madina ini sudah sangat mendesak untuk diberantas," ungkap mantan ketua KNPI Madina ini.

Tan kemudian menggambarkan meningkatnya kasus pencurian di Madina. Itu menurutnya, dampak akibat peredaran narkoba yang kian marak ke berbagai sudut daerah di Kabupaten Madina.

"Mencuri kotak amal Masjid. Itu contoh kasus yang sekarang sering terjadi. Narkoba jenis sabu-sabu ini tidak hanya menyasar orang berduit, tapi juga kaum miskin. Ini sudah semacam bencana di daerah ini," katanya menyebut itu terjadi karena polisi yang lemah dalam pemberantasan narkoba.

Peredaran narkoba ini, menurut Tan, sejalan juga dengan kejahatan lingkungan, seperti pertambangan emas ilegal yang banyak beroperasi di daerah-daerah aliran sungai yang ada di Kabupaten Madina. Dan ini juga harus jadi pekerjaan rumah Kapolres yang baru.

"Kita bisa lihat, di kecamatan-kecamatan yang banyak tambang emas, peredaran narkobanya juga tinggi. Karena apa?, dugaan kita selama ini justru difasilitasi oknum aparat ini, semacam bisnis sampingan bagi lembaga mereka," kata Tan, tanpa mengurai aparat yang dimaksud.

Dan terakhir, menurut Tan, Kabupaten Madina yang katanya serambi mekkah, juga sangat rentan terhadap kejahatan seksual, dan minimnya keamanan bagi perempuan di daerah ini.

Itu juga terjadi, karena tempat-tempat hiburan malam terselubung dijadikan lokasi peredaran narkoba dan minuman keras serta prostitusi berkedok pemandu lagu.

"Coba polisi atau BNN, ikut razia tempat karaoke itu. Di sana banyak anak-anak kita, di bawah umur ikut terdampak narkoba dan miras sekaligus juga bebas di sana menjajakan diri," katanya.

Tan memungkasi harapannya, agar polisi di bawah komando AKBP Bagus Priandy, hadir di tengah masyarakat memberikan rasa aman, bagi semua kelompok, terutama bagi perempuan yang rawan akan kejahatan seksual dan sosial. (SAN)

Editor : Editor Satu
#Tan Gozali Nasution #polres madina