TAPANULI UTARA, METRODAILY — Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan bahwa menjaga kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.
Penegasan itu disampaikannya saat mengikuti gerakan penanaman sejuta pohon bersama Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia, Hashim Djojohadikusumo, di Kompleks Perkampungan Pemuda HKBP Jetun Silangit, Kabupaten Tapanuli Utara, Minggu (11/1/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya nasional memperkuat pelestarian lingkungan dan mitigasi bencana di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim dan bencana hidrometeorologi.
Solidaritas Semua Elemen Jaga Alam
Usai penanaman pohon, Gubernur Bobby bersama Hashim Djojohadikusumo menghadiri dialog kebangsaan di Gedung Raja Pontas Lumban Tobing, Kompleks Kantor Pusat HKBP, Tarutung.
Dalam dialog tersebut, Bobby menekankan bahwa upaya menjaga alam tidak bisa dibebankan pada satu kelompok saja.
“Dengan menjaga solidaritas, semua elemen perlu menjaga dan mencintai alam. Bukan hanya lapisan terbawah, bukan hanya lapisan atas, tetapi seluruh lapisan masyarakat dan organisasi harus memiliki gerakan bersama menjaga alam,” ujar Bobby.
Ia menambahkan, kekompakan seluruh kepala daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Sumatera Utara menjadi modal penting dalam menjalankan agenda pembangunan berkelanjutan.
Bobby juga memastikan seluruh jajaran pemerintah daerah di Sumatera Utara siap mendukung dan menjalankan program Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, termasuk program pelestarian lingkungan dan penguatan ketahanan menghadapi bencana.
“Bencana yang terjadi menjadi pelajaran besar. Bukan hanya soal penanganan bencana, tetapi bagaimana bencana alam bisa kita antisipasi dengan menjaga alam sejak awal,” tegasnya.
Hashim: Mitigasi Bencana Harus Diperkuat
Sementara itu, Utusan Khusus Presiden Hashim Djojohadikusumo mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan kesadaran mitigasi bencana.
Menurutnya, perubahan iklim membuat potensi bencana alam semakin sering terjadi di masa depan.
“Bencana alam pasti akan terus terjadi akibat perubahan iklim. Yang harus kita lakukan adalah mempersiapkan diri agar dampaknya bisa diminimalkan. Apa yang dialami Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat menjadi pembelajaran bagi seluruh Indonesia,” ujar Hashim.
Hashim juga menekankan pentingnya kesiapan stok pangan nasional serta penguatan sistem penanggulangan bencana sebagai bagian dari menjaga ketahanan bangsa.
“Ini adalah bagian dari menjaga ketahanan bangsa,” katanya.
Kegiatan penanaman sejuta pohon dan dialog kebangsaan tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono, Wakil Menteri Kehutanan Rokhmat Marzuki, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Ephorus HKBP Pdt Dr Viktor Tinambunan, serta para bupati dan wali kota se-Sumatera Utara. (Rel)
Editor : Editor Satu