TAPANULI SELATAN, METRODAILY — Ratusan rumah warga di Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, masih terendam banjir hingga Minggu (11/1/2026), meski bencana banjir bandang telah terjadi sejak sekitar 45 hari lalu.
Banjir berkepanjangan tersebut disebabkan oleh jebolnya tanggul penahan aliran Sungai Batang Toru.
Selain itu, sungai juga membuka alur baru yang mengakibatkan air meluap dan merendam permukiman warga dengan ketinggian air mencapai sekitar satu meter.
Kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas dan mata pencaharian warga. Sejumlah petani mengaku kesulitan mengeluarkan hasil panen kebun, khususnya petani sawit, karena akses darat terputus.
Untuk bertahan hidup, sebagian warga terpaksa menggunakan sampan guna mengangkut hasil panen dari kebun mereka.
Akibat rumah yang masih terendam, tidak sedikit warga memilih mengungsi di tenda-tenda darurat yang dibangun secara mandiri.
Salah satu warga lanjut usia, Damini, mengaku telah hampir sebulan tinggal di tenda dan berharap ada penanganan segera dari pemerintah.
“Ini sudah lebih dari satu setengah bulan, sejak 25 November lalu. Rumah saya rusak dan saya sudah tinggal di tenda seperti ini selama dua minggu. Sebelumnya kami mengungsi di masjid. Tenda ini kami bangun atas inisiatif sendiri dibantu para pemuda,” ujar Damini.
Meski banjir belum juga surut, sebagian besar warga memilih tetap bertahan di lokasi karena lahan perkebunan dan sumber penghidupan mereka berada di kawasan tersebut.
Hingga kini, warga berharap adanya penanganan serius dan berkelanjutan dari pemerintah untuk memperbaiki tanggul Sungai Batang Toru serta memulihkan kondisi permukiman terdampak banjir. (net)
Editor : Editor Satu