Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Usai Libur Nataru, Menu MBG SMAN 1 Sibolga Disorot Warga: Terlalu Minimalis

Editor Satu • Senin, 12 Januari 2026 | 11:30 WIB
Penampakan menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada siswa SMAN 1 Sibolga usai libur Natal dan Tahun Baru.
Penampakan menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada siswa SMAN 1 Sibolga usai libur Natal dan Tahun Baru.

SIBOLGA, METRODAILY – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 1 Sibolga menuai sorotan publik.

Menu MBG yang dibagikan kepada siswa usai libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) dinilai terlalu minimalis, sebagaimana diunggah warga melalui media sosial Facebook.

Sorotan tersebut diunggah akun Pakpahan MakmurBaru pada Kamis (8/1/2026) siang.

Dalam unggahannya, ia menampilkan foto ompreng makanan MBG yang berisi nasi, sayur, sambal, sepotong ikan goreng, beberapa butir kacang tanah, serta satu buah jeruk.

Menurutnya, menu tersebut tampak sederhana dan dinilai belum mencerminkan konsep makanan bergizi sebagaimana tujuan program MBG.

“Menu MBG hari ini 08 Januari 2026 setelah libur Nataru (tanpa MBG) di SMAN 1 Sibolga, hidangan Makan Bergizi Gratis untuk anak sekolah ini sepertinya ‘minimalis’ (efisiensi anggaran),” tulis akun tersebut dalam unggahannya.

Postingan itu juga dikaitkan dengan isu efisiensi anggaran yang belakangan ramai diperbincangkan masyarakat, serta menandai akun Badan Gizi Nasional.

Unggahan tersebut langsung menuai beragam reaksi dari warganet. Salah satu komentar datang dari akun Parulian Sihotang yang menilai menu MBG tersebut berpotensi memberi keuntungan besar bagi pengelola dapur jika kualitas makanan tidak sesuai standar.

Ia pun mendesak agar pihak berwenang melakukan audit terhadap pengelolaan dapur MBG.

“Banyak untung buat pemilik dapur jika seperti itu menunya. Lebih tepatnya makanan ala kadarnya, bukan MBG. Hal ini perlu diaudit pejabat yang berwenang, berapa sebenarnya harga MBG sampai ke sekolah dari pemilik dapur,” tulis Parulian Sihotang.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah, pengelola dapur MBG, maupun instansi terkait mengenai apakah menu yang disajikan tersebut telah sesuai dengan standar gizi dan besaran anggaran yang ditetapkan pemerintah pusat.

Program MBG sendiri merupakan salah satu program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan asupan gizi siswa sekolah, sekaligus mendukung kesehatan dan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. (ts)

Editor : Editor Satu
#Makan Bergizi Gratis #Menu MBG