Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Proyek TPT Dana Desa di Gada Disorot, Diduga Dibangun Tanpa Pondasi

Leo Sihotang • Minggu, 11 Januari 2026 | 17:41 WIB
Tampak Bangunan TPT di Desa Gada, Diduga Tidak Memiliki Fondasi. Foto ini diambil pada saat tahap pekerjaan berlangsung.
Tampak Bangunan TPT di Desa Gada, Diduga Tidak Memiliki Fondasi. Foto ini diambil pada saat tahap pekerjaan berlangsung.

GUNUNGSITOLI, METRODAILY.COM- Proyek Dana Desa kembali menuai sorotan. Kali ini, pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Dusun III, Desa Gada, Kecamatan Gunungsitoli Barat, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, diduga dikerjakan tanpa pondasi yang memadai.

Proyek senilai Rp 53 juta dari Dana Desa tahun anggaran 2025 itu disebut-sebut dibangun asal jadi. Sejumlah warga menilai kualitas pekerjaan jauh dari standar konstruksi yang seharusnya diterapkan pada bangunan penahan tanah.

“Tidak ada penggalian fondasi. Bangunan langsung ditempel di atas tanah di sisi parit,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, Sabtu (10/01/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, spesifikasi teknis proyek TPT tersebut seharusnya mencakup fondasi dengan kedalaman sekitar 60 sentimeter dan lebar 50 sentimeter, serta panjang bangunan mencapai 20 meter.

Fondasi menjadi elemen penting untuk menjaga stabilitas struktur, terutama di wilayah yang rawan pergeseran tanah. Warga khawatir, jika benar dibangun tanpa fondasi, bangunan tersebut berpotensi roboh dan membahayakan keselamatan masyarakat sekitar.

Hingga berita ini diturunkan, Penjabat (Pj) Kepala Desa Gada, Sonazaro Zebua, belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi melalui panggilan telepon dan pesan singkat tidak mendapat respons.

Kasus ini menambah daftar panjang dugaan penyimpangan penggunaan Dana Desa yang semestinya dialokasikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membangun infrastruktur yang aman serta berkelanjutan.(al)

 

Editor : Leo Sihotang