Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

44 Hari Pascabencana, 9 Desa di Tapteng & Taput Masih Terisolir

Editor Satu • Jumat, 9 Januari 2026 | 12:20 WIB
Petugas BPBD Sumut membersihkan material longsor untuk membuka akses ke desa-desa terisolir di Tapteng dan Taput pascabencana.
Petugas BPBD Sumut membersihkan material longsor untuk membuka akses ke desa-desa terisolir di Tapteng dan Taput pascabencana.

TAPUT, METRODAILY – Memasuki hari ke-44 pascabencana banjir dan tanah longsor di Sumatera Utara, sembilan desa di Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Tapanuli Utara (Taput) masih terisolir akibat material longsor yang menutup akses jalan utama.

Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, menjelaskan bahwa desa-desa terdampak tersebar di enam kecamatan, dengan total ratusan Kepala Keluarga (KK) yang kesulitan memperoleh bantuan.

Baca Juga: Mantan Polisi Bacok Sarlen Hasugian, Luka Parah di Kepala & Perut

Di Kabupaten Tapteng, desa terdampak berada di empat kecamatan:

Sementara di Kabupaten Taput, desa terisolir berada di dua kecamatan:

Baca Juga: ASN Toba Cemas, Gaji Januari 2026 Bisa Tertunda hingga 3 Bulan

Sri Wahyuni mencatat kemajuan di Kecamatan Parmonangan. Awalnya terdapat enam desa yang terisolir, kini tersisa tiga desa. Bantuan logistik terus disalurkan menggunakan cara alternatif, mulai dari berjalan kaki, kendaraan roda dua jenis trail, hingga helikopter untuk menjangkau lokasi paling sulit.

“Pembersihan material longsor masih terus dilakukan. Kondisi medan berat dan volume longsoran besar menjadi tantangan utama, namun beberapa wilayah sudah bisa dilalui kendaraan roda dua,” pungkas Sri Wahyuni. (net)

Editor : Editor Satu
#pascabencana #bantuan logistik #desa terisolir #Banjir tapteng