TOBA, METRODAILY – Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kabupaten Toba tengah merasa cemas. Gaji bulan Januari 2026 berpotensi tertunda hingga tiga bulan, tradisi yang kerap terjadi setiap awal tahun.
Kekhawatiran ASN ini ramai dibicarakan di kantin-kantin dinas, di mana banyak pegawai menahan diri bahkan untuk membeli secangkir kopi karena gaji belum cair.
Seorang ASN yang enggan disebutkan namanya menyamakan kondisi mereka dengan istilah lokal petani, “haleon”, yakni masa paling sulit saat persediaan pangan habis di awal musim tanam.
Baca Juga: Diskon 50% Tagihan Air, Perumda Tirta Nauli Sibolga Ringankan Warga Pasca Banjir
“Segala pengeluaran sekecil apapun harus ditekan. Keuangan sudah habis merayakan Natal dan Tahun Baru. Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, penundaan gaji bisa hingga tiga bulan,” ujar ASN tersebut.
Menurut pegawai itu, penundaan gaji disebabkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) yang belum rampung. Mereka berharap DPA segera selesai agar pencairan gaji tidak tertunda lebih lama.
Menanggapi kekhawatiran ASN, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Toba, Paber Napitupulu, mengatakan pihaknya sedang mengupayakan pencairan gaji secepat mungkin agar tidak terjadi keterlambatan seperti tahun-tahun sebelumnya.
Baca Juga: Aksi Tawuran Marak, Polres Sibolga Gelar Patroli Dialogis Dini Hari
“Mudah-mudahan gaji tidak ditunda seperti tahun-tahun sebelumnya, dan hal tersebut sedang diupayakan semaksimal mungkin,” ujar Paber, Rabu (7/1/2026). (net)
Editor : Editor Satu